SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) diminta untuk mampu mengangkat potensi-potensi yang ada di wilayahnya masing-masing.
Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Diskominfosatik) Kabupaten Serang Haerofiatna saat memberikan sambutan dalam kegiatan rapat koordinasi dan sosialisasi KIM Kabupaten Serang.
Haerofiatna mengatakan keberadaan KIM sangat penting karena dapat menjadi sarana untuk menyebarkan informasi-informasi yang ada di wilayah, termasuk mengangkat potensi-potensi yang ada di setiap daerah.
“KIM itu sangat membantu masyarakat, khususnya dalam menyebarkan informasi-informasi yang ada di bawah. Informasi itu baik berkaitan dengan potensi wisata, ekonomi, UMKM dan lain sebagainya,” katanya Kamis 16 Mei 2024.
Selain mampu mengangkat potensi-potensi yang ada di masyarakat, KIM juga diharapkan mampu menyampaikan dan meluruskan informasi-informasi yang beredar di masyarakat.
“Misalnya ada isu soal perusahaan yang tidak berizin, nah KIM ini harus membantu mengecek ke perizinan ya ditanya ke situ. Selain itu soal pengangguran, nah di aplikasi Serang Tatu kan sudah ada informasi tentang info lowongan kerja. Karena tidak dimanfaatkan dan KIM tidak menyampaikan buntu informasi, tersendat,” tegasnya.
Ia mengaku, keberadaan KIM di Kabupaten Serang belum maksimal. Bahkan dari 29 kecamatan, baru ada 2 kecamatan yang terbentuk. Sementara untuk di desa sendiri sudah ada di 105 desa yang ada di Kabupaten Serang.
Untuk itu, ia berharap agar nantinya KIM di setiap kecamatan dan desa di kabupaten Serang dapat dibentuk sehingga nantinya seluruh potensi-potensi yang ada di Kabupaten Serang dapat digali.
“Rapat kordinasi kali ini bukan hanya rapat saja, tapi harus terbentuk, dibuatkan berita acaranya, dibuatkan SK nya dan dilegalisasi baik oleh kecamatan ataupun desa,” pungkasnya.
Sementara itu, pranata humas Diskominfosatik Kabupaten Serang Iwan Firmansyah menjelaskan, ada sebanyak dua kecamatan yang KIM nya sudah terbentuk dan memiliki SK yakni Kecamatan Bojonegara dan Kecamatan Cinangka.
“Kalau desa sudah ada sebanyak 105 desa, jadi ada juga yang kepengurusan di kecamatannya belum ada, tapi di tingkat desa nya sudah terbentuk,” terangnya.
Ia menilai ada sejumlah kendala yang mengenalnya KIM di Kabupaten Serang belum terbentuk secara maksimal. Salah satunya ialah keseriusan dari pihak Kecamatan. “Dari desanya padahal sudah semangat, tapi dari kecamatannya yang kurang. Padahal tahun lalu Puloampel paling aktif, tapi karena tidak ada sk dari kecamatan dan desa ya akhirnya sekarang ga ada,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: AGung S Pambudi











