LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Penkab) Lebak, mengoptimalkan pompanisasi untuk mengatasi kekeringan sehingga tanaman padi bisa diselamatkan untuk menghasilkan produksi yang maksimal di daerah yang di pimpin Penjabat (Pj) Bupati Iwan Kurniawan ini.
“Ya, kita sudah menginventarisir titik rawan kekeringan area pesawahan. Bantuan pengadaan pompa dari Kementerian untuk titik-titik sawah yang rawan kering sudah disebar,” kata Kepala Dinas Pertanian Rahmat, Senin 20 Mei 2024.
Penyaluran bantuan pompanisasi itu guna mengamankan produksi pangan agar tidak menimbulkan puso atau gagal panen. Sebab, tahun ini tanaman padi di Lebak tidak serentak.
Menurut dia, pengoptimalan pompanisasi itu dilakukan terhadap petani yang memiliki daerah aliran sungai (DAS), di antaranya Sungai Ciujung, Ciberang, Cisimeut, Cilangkahan, dan Cimadur.
Air permukaan tersebut bisa dimanfaatkan untuk pengairan lahan persawahan guna penyelamatan tanaman padi yang terjadi kekeringan.
“Kami mengoptimalkan bantuan pompanisasi pada petani agar menyedot air dari daerah aliran sungai atau embun. Saat ini petani panen masih ada, begitu juga yang melakukan tanam sudah mulai. Tahun ini tanam padi oleh petani kurang serempak,” kata mantan camat Cibadak ini.
Kabid Produksi Deni Iskandar menambahkan, mengingat hujan masih turun pihaknya mengimbau kepada para petani di Lebak untuk melakukan tanaman padi.
“Sudah mulai tanam, alhamdulillah hujan juga mendukung walaupun jelang kemarau, makanya didorong segera tanam, minimal ketika mulai kekeringan umur padi sudah kuat dan atau menjelang panen. Kita juga dorong optimalisasi pompa,” katanya.
Puluhan pompa bantuan dari Kementerian Pertanian, kata Deni, telah disalurkan ke petani yang ada di daerah rawan kekeringan.
“Sudah disalurkan pompa 3 inch 48 unit, pompa 4 inch 10 unit, pompa 6 inch 10 unit,” katanya.
Editor: Mastur










