PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID–Warga Kampung Ciekek Hilir, Kelurahan Karaton, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, protes jalan di sepanjang kampungnya belum juga diperbaiki.
Warga pun geram karena tak kunjung diperbaiki dengan memasang spanduk sindiran bertuliskan: Selamat datang di Kota Wisata Jalan Rusak Kabupaten Pandeglang.
Bahkan, foto spanduk bernada protes itu sempat menyebar dan viral di media sosial (Medsos) Instagram beberapa waktu lalu.
Dari pantauan RADARBANTEN.CO.ID, sejumlah kendaraan melintas sembari menghindari jalan yang penuh dengan lubang dan terpasang spanduk sendirian yang membentang ketika memasuki jalan rusak tersebut.
Kontur jalan tersebut terbilang naik turun. Beberapa ruas jalan berlubang, bahkan sudah tak terlihat lapisan aspal.
Warga setempat, Halim mengatakan pemasangan spanduk sengaja dipasang di tengah jalan ini sebagai bentuk protes kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang yang dirasa membiarkan kondisi jalan rusak tersebut.
“Ya saya warga sini, sengaja pasang spanduk ini karena enggak diperhatikan sama pemerintah setempat, karena udah beberapa periode dari jaman nya sebelum Pak ndeh (Dimyati) sampai ke Pak Erwan sampai periode Bu Irna mau habis, enggak sampai diperhatikan jalan ini,” ungkapnya, Senin 20 Mei 2024.
Ia menceritakan, bahkan jalan tersebut juga menjadi jalan paling sibuk dan jalan alternatif yang menghubungkan dua jalan provinsi, yaitu jalan AMD Lintas Timur dan Jalan Raya Labuan-Pandeglang.
“Saya juga kan ngeluh motor juga cepat rusak, jalan juga enggak pernah diperbaiki oleh pemerintah setempat, kan banyak mobil-mobil ke sini bukan mobil kecil saja seperti mobil boks bawa barang, iya lebih mengeluh,” ucapnya.
Ia menjelaskan, jalan rusak yang perlu diperbaiki tersebut berkisar 1.500 meter lebih, dari Jalan depan perempatan Ciekek sampai Jalan AMD Lintas Timur itu.
“Dari 2005 sampai tahun 2024 sekarang ini jalan coran saja mplok-mplokan enggak sampai selesai, seperti di Samaboa kan itu sampai selesai, dari ujung ke ujung, masa di sini enggak,” jelasnya.
Saking mengeluhnya, dalam spanduk itu juga bahkan warga mencantumkan tagar atau hastag 2024gantibupati dan stoprezimdinasti.
“Ya sebetulnya kita enggak minta makan sama pemerintah, saya minta dibangunin jalan. Kalau jalan nya bagus kan bangga jadi kalau jalan bagus bawa barang juga cepat,” tuturnya.
Ia berharap dan mengidam-idamkan kepada pemerintah daerah jalan berada di wilayahnya yang rusak tersebut bisa dapat segera dilakukan perbaikan.
Sementara itu, Bupati Pandeglang Irna Narulita menyampaikan bahwa anggaran dan perencanaan sudah dibuat sejak setahun lalu, sehingga perubahan di tengah jalan belum bisa dilakukan.
“Ini kebetulan kita sebentar lagi membahas akan memprogramkan ke jalan-jalan jalur lalu lintas yang kapasitasnya lebih banyak, seperti jalur destinasi wisata, terus lumbung pangan dan penghapusan kemiskinan ekstrim, dan kami mohon kesabarannya untuk masyarakat yang belum teragendakan,” kata Irna.
Ia menjelaskan bahwa pada tahun 2024 ini sudah ada tender dini dan tender kedua, yang berikutnya juga sudah terisi kembali.
“Jalan mantap di Pandeglang mencapai 68,7 persen berdasarkan rilis tahun 2022. Data untuk tahun 2023 belum dihitung karena masih menunggu rilis dari Kementerian PUPR,” jelasnya.
Ia menambahkan, masyarakat dimohon untuk bersabar, dan bukan berarti Pemerintah Kabupaten Pandeglang mengabaikan pembangunan jalan tersebut.
“Mohon kesabarannya dan bukan kami abai, tapi kami ukur dengan kemampuan fiskal kami, bukan berarti kami tidak hadir tapi kami hadir untuk masyarakat,” tandasnya.
Sementara itu Kepala DPUPR Kabupaten Pandeglang Asep Rahmat saat dikonfirmasi belum bisa dapat dihubungi. (*)
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agung S Pambudi











