PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pandeglang menyebutkan, pendataan atau menginventarisasian komunitas seni serta sanggar seni masih aktif dan tidak aktif di Pandeglang masih menjadi fokus pekerja rumah (PR).
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pandeglang, Heryana, mengungkapkan bahwa pihaknya belum melakukan pendataan ulang terkait komunitas seni atau sanggar seni di Pandeglang yang terkait dengan aspek kebudayaan.
“Sebenarnya kami yang belum dan akan mulai mendata kembali, baik komunitas seni maupun sanggar seni yang aktif atau tidak di Pandeglang, mungkin data kita ada yang sudah rubah atau tidak kita ingin melakukan update data kembali yang di dalamnya seni dan sebagainya,” ungkapnya, Selasa 4 Juni 2024.
Menurutnya, pendataan merupakan hal yang sangat vital untuk perencanaan ke depannya. Heryana menjelaskan bahwa proses ini sedang berlangsung, meskipun belum mencapai tingkat optimal.
“Pendataan ini tidak bisa dilakukan dengan instan, mengingat luasnya wilayah Pandeglang dan masih banyak aspek yang perlu kami tambahkan atau data yang perlu kami validasi,” katanya.
Lanjutnya, misalnya ketika mendata komunitas seni yang tidak aktif atau saat menambahkan data komunitas seni yang baru.
“Meskipun kami sudah mulai proses ini, kami belum mencapai tingkat optimal sepenuhnya. Kami juga belum memastikan apakah pihak desa telah melakukan pendataan terkait kebudayaan. Namun, kami terus bergerak maju secara bertahap,” tuturnya.
Ia menekankan bahwa memiliki data yang lengkap akan memudahkan pengambilan keputusan dalam perencanaan ke depan.
Saat ini, jumlah sanggar seni diperkirakan sekitar 200, namun belum pasti semuanya masih aktif.
“Beberapa di antaranya aktif dan beberapa tidak. Kami belum melakukan pemeriksaan menyeluruh, terutama di wilayah terdekat,” jelasnya.
Dia berharap meskipun teknologi dari luar terus berkembang, sanggar seni yang sudah ada dan yang baru tetap memperhatikan dan menjaga kesenian
“Ya harapan saya bahwa sanggar yang tetap eksis dalam melaksanakan kegiatannya begitu sanggar yang baru mudah-mudahan mereka pun bisa kita data dan selanjutnya seni tradisi di Pandeglang agar terus dipertahankan dengan banyaknya gempuran teknologi dari luar,” pungkasnya. (*)
Editor: Agus Priwandono











