PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pandeglang secara resmi akan meluncurkan maskot dan jingle Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pandeglang pada Pilkada Serentak 2024, di Stadion Badak Pandeglang, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang.
Waktu peluncuran maskot dan jingle Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pandeglang pada Rabu, 5 Juni 2024.
“Pada dasarnya kegiatan ini untuk sosialisasi. Karena jenis sosialisasi itu tidak dibatasi, maka kita sekalian memperkenalkan maskot dan Jingle sebagai icon dalam sosialisasi Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pandeglang,” kata
Ketua KPU Kabupaten Pandeglang, Nunung Nurazizah, kepada RADARBANTEN.CO.ID, Selasa, 4 Juni 2024.
Nunung menjelaskan, pada acara besok, selain ada acara hiburan, juga akan ada defile (barisan) dari badan ad hoc dari 35 kecamatan. Baik PPK, PPS, sekretariatnya.
“Besok itu akan menampilkan kreatifitasnya masing-masing. Yaitu mobil hias maupun defile, dengan ke khasan kecamatan masing-masing,” katanya.
Setiap peserta di masing-masing kecamatan akan mengenakan pakaian khusus atau pakaian ciri khas masing-masing kecamatan. Jadi dipersilakan menggunakan untuk menarik minat atau menunjukan bahwa ini Pilkada.
“Ini pesta demokrasi akan segera dilaksanakan di Kabupaten Pandeglang. Untuk maskot kita mengusung Bedug,” katanya.
Maskot pada Pilkada sekarang ini memilih Bedug karena bedug itu sebuah alat komunikasi di zaman dulu dan sekarang pun masih digunakan untuk mengundang keramaian.
“Di kampung-kampung bedug itu bisa digunakan untuk memanggil warga bergotong-royong. Ataukah dalam rangka siskamling, ataukah hari raya begitu,” katanya.
Jadi pilosofinya bedug itu supaya warga itu datang ke TPS untuk memilih. Jadi untuk peningkatan partisipasi juga.
“Muaranya begitu. Dan untuk tema song jingle disesuaikan dengan tige line kita yaitu milih sing bener,” katanya.
Memilih sing bener atau memilih dengan benar karena memang apabila di lihat dari beberapa kali pemilihan memang banyak sekali surat suara yang tidak sah.
“Sayang loh pemilih sudah datang ke TPS. Sudah masuk dalam kalkulasi partisipasi namun kemudian suaranya tidak sah,” katanya.
Sehingga, Nunung menerangkan, milih sing bener itu baik dari segi pilihannya, maupun dengan caranya. Dipilih lah yang paling dikenal atau sesuai dengan hati nuraninya.
“Caranya harus benar-benar sah, jadi jangan sampai pilihan itu dibuat tidak sah,” katanya.
Acara peluncuran maskot dan jingle terbuka untuk masyarakat umum.
“Kita mengundang masyarakat, terbuka siapa saja. Hanya saja memang kita diawali kegiatan seremonial terlebih dahulu baru kemudian hiburan di sesi akhir setelah seremonial selesai,” katanya. (*)
Editor: Agus Priwandono











