SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang, beserta PT Lestari Banten Energi (LBE) kembali melakukan penanaman pohon mangrove jenis Rhizophora SP di Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang sebanyak 5.000 pohon.
Penanaman pohon mangrove tersebut sudah dilakukan sejak tahun 2019 dengan dibantu oleh Kelompok Tani Hutan (KTH) Segara Biru. Bahkan selama lima tahun program penanaman pohon dilakukan, sudah ada sebanyak 21 ribu pohon mangrove yang ditanam di lokasi tersebut.
Dalam kesempatan itu, PT LBE juga diberi penghargaan oleh DLH Kabupaten Serang sebagai perusahaan yang peduli terhadap penurunan emisi karbon dengan penanaman sebanyak 21 ribu pohon mangrove sejak 2019.
Sekretaris DLH Kabupaten Serang, Iman Saiman mengatakan, pihaknya mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh PT LBE lantaran sejak tahun 2019 lalu, membatu upaya penghijauan di kawasan pantai utara khususnya di wilayah Desa Lontar dengan melakukan penanaman mangrove.
“Ini konsisten sejak tahun 2019 sampai 2024 untuk merehabilitasi wilayah Kabupaten Serang, terutama di Desa Lontar ini, terutama dalam penanaman mangrove,” katanya saat ditemui di lokasi, Selasa 4 Juni 2024.
Ia mengungkapkan, sejak pertama kali program itu dijalankan hingga saat ini, ada sebanyak 21 ribu pohon yang ditanam di pesisir pantai Lontar.
“Tentunya dengan upaya penghijauan yang dilakukan, polusi di daerah sini berkurang, karena mangrove bisa menyerap karbon dioksida dan dapat mencegah abrasi,” tegasnya.
Nantinya, pasca pelaksanaan tanam, pihaknya menggandeng serta KTH Segara Biru untuk melakukan perawatan sekaligus penyediaan bibit pohon mangrove yang akan ditanam di kawasan tersebut. Bahkan, kawasan tersebut ditargetkan menjadi kawasan taman wisata mangrove.
“Sebenarnya kita dari dulu sudah rencana kan wilayah pantai Utara untuk jadi taman wisata, sudah berjalan dengan ada jembatan pelangi dan sebagainya,” tegasnya.
Sementara itu, Chemist & Environment Manager PT LBE, Hendra Sapta Putra mengatakan, pelaksanaan program penanaman mangrove yang dilakukan sejak 2019 lalu merupakan komitmen dari PT LBE untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup di Kabupaten Serang.
“Kenapa kita memilih mangrove, karena mangrove memiliki daya serap yang tinggi terhadap emisi terutama CO2. Jadi PT LBE berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan hidup di Kabupaten Serang khususnya di Banten umumnya,” tegasnya.
Selain berkomitmen menjaga lingkungan, pihaknya juga mendorong agar masyarakat dapat memanfaatkan mangrove untuk pengembangan ekonomi mereka. Salah satunya ialah dengan membuat berbagai olahan yang tentunya dapat bernilai ekonomis bagi masyarakat Desa Lontar.
“Jadi untuk pemanfaatan itu sesuatu yang baru salah satunya selain sisi ekonomi juga lingkungan, untuk ekonomi nya kita harapkan peningkatan produk mangrove terutama olahan makanan sehingga berdampak meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar,” tegasnya.
Setelah lima tahun program penanaman mangrove, pihaknya akan mendiskusikan terkait pembinaan UMKM dengan dana CSR untuk pemanfaatan olahan dari mangrove. “Pembinaan nanti akan didiskusikan dengan manajemen,” pungkasnya.
Sementara itu, ketua KTH Segara Biru, Fahruri mengaku senang lantaran pihaknya mendapatkan kepercayaan dari DLH Kabupaten Serang untuk menjaga dan merawat tanaman mangrove.
“Alhamdulillah kita sudah dipercaya DLH Kabupaten Serang dan PT LBE yang sudah continue memberikan CSR lingkungan terutama di kelompok kami di Desa Lontar Tirtayasa. Ini sangat bermanfaat bagi kami khususnya masyarakat desa lontar,” tegasnya.
Lebih lanjut ia berharap agar program tersebut dapat dilanjutkan sehingga dapat membantu masyarakat desa lontai baik secara ekologis maupun secara ekonomi.
“Banyak manfaat mangrove dari ekologis dan ekonomi kita sudah merasakan terutama di kelompok kami yang sudah terbantu dengan CSR ini,” pungkasnya. (*)
Editor: Abdul Rozak











