LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Pondok Pesantren Nurul Madany menggelar Haflah Akhirussanah atau perayaan akhir tahun santri kelas akhir angkatan 20 sekaligus menjadi puncak perayaan milad ke-25 Pesantren Nurul Madany, Senin, 10 Juni 2024.
Acara di lapangan futsal kompleks Pesantren Nurul Madany ini juga dihadiri oleh ratusan santri, alumni, tokoh masyarakat, dan tokoh agama.
Turut hadir dalam kegiatan haflah angkatan ke-20 ini, Dewan Penyantun Pesantren Nurul Madany, Tb. Dedi Suwandi Gumelar atau yang kita kenal sebagai Kang Miing.
Dalam sambutannya, Kang Miing menjelaskan bahwa mimpinya belum selesai untuk menggebrak semangat santri Nurul Madany ke depan lebih baik.
“Lebel tentang saya sebagai Dewan Penyantun terlalu tinggi dibanding dengan kontribusi yang tidak seberapa saya terhadap Nurul Madany, tapi mimpi saya tidak pernah selesai untuk mengembangkan, memajukan kembali setelah 20 tahun aktif di politik praktis maka saya harus kembali kepondok untuk menggebrak semangat santri nurul madany ke depan lebih baik”jelasnya.
Kegiatan haflah dipimpin langsung oleh Mudir Ma’had, KH. Abdulah Alhadad.
Pada Haflah Akhirussanah ke-20 Nurul Madany, sebanyak 48 santri dinyatakan lulus.
KH. Abdulah Alhadad memberikan apresiasi dan ucapan selamat pada wisudawan dan wisudawati angkatan 20, beliau juga mengingatkan untuk menanamkan jiwa santri dimanapun dan kapanpun.
“Setelah kalian lulus jangan jauh dengan majlis ilmu jabatan santri kalian jangan sampai dilepaskan dimanapun berada, jangan sampai terperangkap tipu daya setan merasa bebas, merasa aman, tidak terikat dengan aturan agama tanamkan sifat santri buktikan bahwa inilah santri yang berakhlak karimah,”pesannya.
Sementara ketua Yayasan Podiumm H. Agus Sustisna, menyampaikan sejarah pendirian pesantren Nurul Madany dan harapannya setalah pesantren berusia 25 tahun.
“Ke depan kami punya proyeksi, kami punya sasaran ingin sekali pesantren ini memasuki 25 tahun kedua menjadi pesantren yang maju dan berkualitas lagi dibandingkan 25 tahun sebelumnya” tandasnya.
Rangkaian kegiatan ditutup oleh KH. Ridwanullah Bulqoeny pimpinan pesantren Nurul Hidayah Pusat Sadeng-Bogor Setelah memberikan tausyiah dan doa. (*)
Editor: Agus Priwandono











