KABUPATEN TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melepas 20 peserta tenaga kerja migran yang akan ditempatkan di Jepang.
Hal itu sebagai salah satu upaya menekan angka pengangguran yang ada di Kabupaten Tangerang.
Pelepasan tersebut dilakukan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda), Mochamad Maesyal Rasyid di Ruang Rapat Wareng, Senin, 8 Juli 2024.
Sekda Maesyal mengatakan, penempatan 20 peserta magang kerja ke Jepang tersebut merupakan salah satu upaya Pemkab Tangerang melalui Dinas Tenaga Kerja yang bekerjasama dengan PT. Dewa Aksara Nusantara atau dikenal ISO tersebut dalam rangka menekan angka pengangguran usia produktif yang ada di Kabupaten Tangerang
“Jadi, ini merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui dinas Tenaga Kerja bekerjasama dengan Iso Jepang, untuk menekan angka pengangguran pada usia produktif,” ujar Sekda Maesyal.
Kata Maesyal, pertumbuhan penduduk di Kabupaten Tangerang saat ini meningkat cepat dan tidak sebanding dengan lapangan pekerjaan yang ada di wilayah Kabupaten Tangerang.
Dimana kata Maesyal, tingginya persaingan calon pekerja di Kabupaten Tangerang dan besarnya peluang lapangan bekerja di luar negeri merupakan salah satu latar belakang pengiriman peserta magang untuk bisa bekerja di Jepang.
“Alhamdulillah, di tahun ini kita berangkatkan 20 peserta ke perusahaan di Jepang secara bertahap,” katanya.
Maesyal juga berpesan, kepada seluruh peserta yang akan diberangkatkan untuk selalu berdoa dan meminta restu orang tua, serta menguatkan mental dan kedisiplinan.
“Sehingga, hal itu mampu menerapkan disiplin ilmu dan pengalaman yang dimiliki saat magang kerja di Jepang nantinya, ” pungkasnya.
Sementara itu, Direktur PT. Dewa Aksara Nusantara (ISO Jepang) Gegi Hartoyo mengungkapkan, para peserta ini sudah dibekali selama 3 bulan di asrama.
Sebab katanya, hal itu sudah dilakukan pelatihan yang meliputi bahasa, budaya serta diselingi mental dan fisik.
“Karena untuk program penempatan kerja maupun magang di Jepang itu sangat selektif,” ucapnya.
Gegi juga bilang, nantinya bagi calon pekerja migran di Jepang, ditempatkan di berbagai bidang seperti pengolahan makanan, pengelasan, manufaktur dan pertanian.
“Jadi jangan khawatir, untuk para pekerja migran ketika ada permasalahan atau ada hal yang ingin disampaikan, akan kami layani di sana,” tukas dia. (*)
Editor: Agus Priwandono











