SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Penjabat (Pj) Gubernur Banten, Al Muktabar, menyangsikan adanya 6.000 kursi kosong pada Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) untuk jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA)/sederajat di Banten.
Pasalnya, berdasarkan hasil monitoring yang dilakukannya sebelum dan sesudah pelaksanaan PPDB, jumlah kursi kosong tidak sebanyak itu.
“Saya lagi minta ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) kursi kosong itu dimana, di SMA berapa. Kalau saya keliling-keliling, rasanya enggak nyampe ribuan, rasanya gitu kalau melihat dari data yang terlapor. Makanya saya ingin pastikan betul 6000-an itu di sekolah mana,” kata Al Muktabar saat ditemui di Masjid Al Bantani, KP3B, Kota Serang, Jumat, 12 Juli 2024.
Al mengatakan, dirinya sudah melakukan sampling terhadap dua SMA besar di Banten beberapa waktu yang lalu. Sampling dilakukan untuk melihat aktivitas di sekolah itu pasca PPDB. Tentang kursi kosong, katanya, akan diprioritaskan untuk siswa afirmasi atau siswa yang kurang mampu.
“Kita keliling di belakang sekolah itu ketemu tuh anak yang tidak mampu, kan ternyata dia enggak mau SMA 1 dia mau ke SMA 4 Kasemen. Nah ini kan berarti kan varian problemnya, ya harus menyesuaikan. Tadi di SMA 2 saya kunjungi juga yang afirmasi, tapi dia masuk lewat zonasi, karena tinggal dekat situ. Saya bilang sayang kalau mereka masuk lewat zonasi,” ucapnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten Tabrani mengungkapkan data kursi kosong pada PPDB SMA negeri di Banten tahun pelajaran 2024/2025 mencapai 6.515 kursi .
Tabrani menegaskan, kursi yang tidak terisi atau kosong itu bukan karena sekolah menolak para calon peserta didik. “Tapi lebih banyak karena tidak ada pendaftarnya di beberapa sekolah,” tegas Tabrani. (*)
Editor: Agus Priwandono











