SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Anggota Fraksi PDIP DPRD Banten Yeremia Mendrofa mengaku miris dengan tingginya jumlah kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak di Provinsi Banten.
Pada tahun 2023, berdasarkan data dari Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak alias Simfoni PPA milik Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Banten duduki peringkat ke 12 dari 38 provinsi di Indonesia dalam kasus kekerasan perempuan dan anak dengan jumlah 1.026 kasus.
Yeremia mengatakan, perlindungan terhadap perempuan dan anak sendiri harusnya menjadi priortas bersama, baik itu Pemerintah, keluarga, maupun masyarakat sekitar. Dalam kasus ini, kata Yeremia, diperlukan kolaborasi bersama.
“Anak adalah generasi penerus, kalau mereka tidak dilindungi sedini mungkin baik pemenuhan haknya maupun perlindungan khusus terhadap kekerasan maka tantangan kemajuan zaman, kemajuan teknologi akan semakin berat,” ujar Yeremia kepada Radar Banten, Rabu 9 Oktober 2024.
Ia menerangkan, saat ini Indonesia memiliki target untuk mencapai Indonesia Emas pada tahun 2045 nanti. Negara ini, khususnya Banten pun membutuhkan generasi emas, unggul, sehat dan cerdas. Untuk mewujudkan hal tersebut, para generasi penerus ini pun harus diberikan jaminan pemenuhan hak dasar mereka. Baik itu hak perlindungan, hak pendidikan, dan hak sosial.
Menurutnya, berbagai kasus kekerasan terhadap anak harus dicegah dan ditanggulangi, setiap potensi yang mengarah kepada kekerasan seksual baik terhadap anak maupun perempuan harus segera dilaporkan dan ditindaklanjuti.
“Betul bahwa kita harus berani melaporkan berbagai potensi kekerasan ataupun tindak kekerasan supaya dampaknya bisa segera diminimalisir. Pencegahan juga bisa dilakukan dengan lingkungan layak anak, silaturahmi hubungan kekeluargaan di masyarakat terus diperkuat, pendidikan akhlak, budi pekerti dimasifkan,” ungkapnya.
Pria yang aktif menyuarakan berbagai isu sosial dan pendidikan ini menegaskan akan pentingnya kepedulian semua pihak, khususnya orang dekat anak untuk memberikan rasa aman kepada mereka.
Editor: Abdul Rozak











