LEBAK,RADARBANTEN.CO.ID – Harga minyak goreng curah dalam satu pekan terakhir, di pasar tradisional Rangkasbitung mengalami kenaikan. Hal ini membuat para pedagang mengeluh dan mengaku kesulitan saat menjual minyak tersebut.
Salah satu pedagang minyak di pasar tradisional Rangkasbitung, Udin, mengaku kenaikan tersebut terjadi di minyak dagangannya selama beberapa waktu terakhir.
Udin mengatakan, kenaikan bervariatif tergantung dengan kondisi barang yang dijual mulai dari minyak curah per liter, minyak kemasan refil, hingga Minyakita yang merupakan barang subsidi.
“Iya naik sudah seminggu, yang eceran (1 liter) dijual Rp17 ribu, sebelumnya Rp15 ribu. Yang kemasan itu dijual Rp20 ribu. Minyakita (subsidi) juga naik,” terang Udin saat berada di lapaknya, Jumat 15 November 2024.
Ia menjelaskan, kenaikan tersebut berasal dari agen yang mendistribusikan. Namun, ia melihat bahwa stok minyak masih melimpah. “Dari sananya naik, kalau stok di agen banyak. Saya tidak pernah stok minyas,” jelasnya.
Ia berharap, harga dapat kembali turun dan normal agar dirinya tidak sepi pembeli. Menurutnya, harga minyak saat ini cenderung naik terus.
“Harapannya sih turun lagi, biar rame gitu yang beli,” tandasnya.
Kenaikan harga minyak dikeluhkan oleh salah seorang masyarakat. Seperti yang dikatakan oleh Lina, Warga Rangkasbitung. Ia mengaku khawatir kenaikan harga minyak tersebut membuat komoditas lain di Pasar Rangkasbitung ikut melonjak.
“Biasanya kalau ada yang naik satu, semua ikut naik. Semoga bisa turun lah ya, khawatir banget akhir tahun malah pada naik,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan di Disperindag Lebak, Yani, mengatakan bahwa kenaikan tersebut bersifat fluktuatif dikarenakan jumlah permintaan melebihi kemampuan produsen.
“Kami berharap dalam beberapa waktu ke depan semua harga bisa kembali normal,” singkatnya.
Reporter: Nurandi
Editor: Aditya











