SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- PT Sembada Coal yang merupakan perusahaan Stockpile Batubara yang ada di Desa Kaserangan, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang diduga telah mencemari Kali Bedeng.
Dugaan tersebut mencuat setelah adanya sebuah video yang beredar di media sosial yang memperlihatkan adanya air hitam yang diduga merupakan limbah yang mengalir dari dua buah pipa saluran pembuangan.
Air itu pun terlihat mengalir ke aliran Kali Bedeng dan merubah warna air irigasi yang semula terlihat kehijauan menjadi berwarna hitam. Perekam video tersebut menduga, air hitam berasal PT Murni Mapan Mandiri.
Jurnalis Radar Banten pun kemudian langsung mendatangi lokasi yang disebutkan dalam video. Lokasi itu tepat berada di belakang PT Murni Mapan Mandiri.
Pantauan pada Jumat Siang, terlihat ada dua kali di belakang perusahaan. Satu kali kecil yang menjadi tempat bermuaranya air dari saluran drainase, satu kali lagi merupakan Kali Bedeng. Siang itu, air Kali Bedeng berwarna kecoklatan. Tidak terlihat adanya tanda-tanda pencemaran, air yang keluar dari dua pipa pembuangan yang ada dalam video pun terlihat normal.
Setelah itu, upaya konfirmasi dengan pihak PT Murni Mapan Mandiri yang merupakan pabrik yang memproduksi terpal pun dilakukan. Kami pun diterima oleh bagian umum PT Murni Mapan Mandiri, Rusmiyati.
Setelah bertemu dengan Rusmiati, ia kemudian mengajak untuk meninjau saluran drainase yang menjadi titik masuknya air hitam yang diduga merupakan limbah. Drainase tersebut berada di dalam kawasan pabrik dan terhubung dengan drainase yang ada di bagian kiri dan kana jalan raya Serang-Jakarta.
Dua drainase itu juga terhubung dengan perusahaan Stockpile Batubara yakni PT Sembada Coal yang lokasinya tepat berada di depan PT Murni Mapan Mandiri.
Di dua drainase yang berada di samping kiri dan kanan jalan raya itu, terlihat ada beberapa genangan air yang tidak mengalir. Genangan air itu terlihat berwarna aga kehitaman.
Di dalam kawasan PT Sembada Coal terlihat ada banyak sekali tumpukan batu bara yang menggunung, ada juga kendaraan-kendaraan truk dan excavator yang siap mengangkut batu bara.
Rusmiati mengatakan, apabila hujan tiba, air limpasan dari drainase di jalan raya pasti akan masuk ke drainase yang ada di dalam pabrik. Air yang masuk ke dalam pabrik itu disebut berwarna hitam. “Air yang dari depan saja pasti lewat sini (Drainase). Jadi air dari sebrang itu kalau mau ke kali belakang harus lewat sini,” katanya, Minggu 17 November 2024.
Ia mengatakan, peristiwa yang ada dalam video yang viral menunjukan adanya dugaan pembuangan limbah ke Kali Bedeng itu terjadi pada awal November lalu, tepatnya pada tanggal 2. Saat itu kondisi di wilayah Kecamatan Ciruas hujan.
Ia pun kemudian menunjukan sebuah video yang memperlihatkan aliran air dari drainase di depan perusahaan yang berwarna hitam. “Ini hujan ga gede loh, ga deres banget engga. Nah ini jalan tadi kan air punya Sembada Coal kan,” ujarnya.
Ia mengaku, secara geografis lokasi perusahaan PT Murni Mapan Mandiri sangat rendah. Bahkan, kondisi kali kecil yang ada di belakang perusahaan yang menjadi tempat berkumpulnya air dari saluran drainase selalu penuh. Apabila hujan deras, air bahkan berbalik masuk ke dalam kawasan perusahaan.
“Makanya kalau hujan, kita harus membuang air ke kali (Bedeng) pakai pompa jadi harus. Pernah pompa rusak, telat nyalain, air masuk ke ruang produksi. Tadi saya sampaikan ke LH, kalau air item itu setiap hujan,” ujarnya.
Ia menuding, biang dari menghitamnya air drainase yang masuk ke perusahaannya berasal dari PT Sembada Coal. “Setiap hujan aja, pokonya setelah ada PT Sembada Coal,” pungkasnya.
Sementara itu, pihak perusahaan dari sembada coal belum bisa dimintai keterangan mengenai dugaan pencemaran tersebut. Jurnalis radar banten sempat meminta izin untuk wawancara ke sekuriti PT Sembada Coal, pihak perusahaan yang belum bisa ditemui karena sakit.
“Lagi sakit bapaknya. Nanti kesini lagi aja hari Senin atau Selasa. Perwakilan dari humas ga ada, kalau soal itu harus langsung ke bapa. (Pemilik perusahaan),” pungkasnya.
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Aditya











