LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak mencatat Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Lebak hingga November 2024, telah mencapai 2.733 kasus dan 9 orang dinyatakan meninggal dunia.
Jumlah kasus DBD ini meningkat tajam atau lebih dari 200 persen dibanding tahun 2023 yang mencapai 760 kasus dan empat orang meninggal dunia.
Ribuan kasus BDB di Lebak, merupakan yang paling banyak ditemukan di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Rangkasbitung mencapai 363 kasus dan meninggal 1 orang, kemudian Puskesmas Malingping 168 kasus dan Puskesmas Mandala, Cibadak 165 kasus.
Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebak Budhi Mulyanto menyampaikan, bahwa meningkatnya kasus DBD memasuki musim penghujan atau cuaca ekstrem akibat fenomena La Nina yang terjadi pada tahun 2024.
“Tentunya kami sudah memerintahkan kepada semua kepala Puskesmas untuk melakukan langkah-langkah antisipatif pengendalian DBD,” kata Budhi kepada Radar Banten melalui telepon WhatsApp, Rabu 11 Desember 2024.
Menurutnya, dalam mencegah DBD pihaknya berupaya melakukan pengendalian DBD dengan melaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), melalui kegiatan 3 M plus seperti menguras dan menutup.
“Tentunya kami melakukan koordinasi dengan pemerintah tingkat kecamatan dan desa dalam rangka mengoptimalkan peran serta masyarakat melalui gerakan 1 rumah 1 Jumantik secara berkesinambungan. Tak hanya pada rumah tangga tetapi juga menyasar tempat- tempat umum, perkantoran, tempat ibadah dan sekolah,” pungkasnya.
Editor: Abdul Rozak











