SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Ratusan rumah di Desa Pulo Panjang, Kecamatan Puloampel, Kabupaten Serang diterjang banjir rob.
Akibatnya, ada sebanyak 500 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak akibat banjir tersebut.
Kepala Desa Pulau Panjang, Ratu Bulkis mengatakan, peristiwa banjir rob di Desa Pulo Panjang sudah berlangsung selama tiga hari terakhir.
Kondisi tersebut diakibatkan lantaran kondisi cuaca ekstrem yang terjadi yakni angin kencang sehingga menyebabkan gelombang tinggi di wilayah tersebut.
“Yang terdampak itu ada 8 RT kalau dihitung KKnya kurang lebih 500 KK dan ini separuh dari angka yang ada di Desa Pulau Panjang,” katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin 16 Desember 2024.
Ia mengungkapkan, seluruh bagian pesisir Desa Pulo Panjang terdampak akibat rob. Pasalnya, wilayah Desa Pulo Panjang memang dikelilingi oleh lautan.
“Yang terdampak itu bagian pesisirnya. Desa Pulau Panjang itu dikelilingi oleh lautan dan dikelilingi oleh perusahaan, mungkin dari reklamasi yang ada di perairan Bojonegara Puloampel juga berpengaruh terhadap banjir rob ini,” katanya.
Menurutnya, banjir rob yang terjadi tiga hati terakhir merupakan kejadian yang cukup parah.
Bahkan membuat warga desa merasa kaget dengan ketinggian air yang masuk ke area pemukiman.
“Kalau tidak ada hutan bakau mungkin airnya bisa lebih besar dari pada yang terjadi sekarang. Di hari pertama warga pada kaget karena airnya datang secara tiba-tiba, walaupun setiap tahun terjadi tapi sebelumnya airnya tidak setinggi ini,” jelasnya.
Selain merendam rumah warga, banjir rob yang melanda Desa Pulo Panjang mengakibatkan aktifitas masyarakat yang mayoritas sebagai nelayan tidak bisa melaut karena cuaca esktrem.
“Justru itu bukan aktivitas aja yang terganggu jadi semuanya dari ibu-ibunya hingga bapak-bapaknya yang mau melaut juga enggak bisa. Bukan hanya rob saja melainkan cuaca ekstrem ini tidak bisa membuat warga untuk mencari mata pencahariannya,” pungkasnya.
Sementara Itu Sekretaris Desa Pulo Panjang Feri mengatakan, ada sekitar 350 rumah yang terendam akibat banjir rob yang melanda wilayahnya.
“Tadi pagi banjir rob, sore mulai surut,” ujarnya.
Ia mengungkapkan banjir rob memang sering terjadi di wilayah Desa Pulo Panjang. Namun kejadian yang menimpa saat ini merupakan banjir rob terparah selama kurun waktu 14 tahun terakhir.
“Setiap bulan memang pasti ada rob, cuman ini paling parah selama 14 tahun terakhir. Banyak rumah yang terdampak,” pungkasnya.
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Agung S Pambudi











