SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Serang mencatat ada ribuan warga Kabupaten Serang yang berangkat ke luar negeri untuk menjadi pekerja migran secara legal selama dua tahun terakhir.
Namun, masih sedikit pekerja migran yang berangkat memilih sektor formal, mayoritas mereka yang berangkat memilih sektor informal. Padahal, ada banyak peluang dari sektor formal seperti manufaktur, konstruksi, perikanan, pertambangan, transportasi, kesehatan, barista, serta cleaning service.
Pengantar Kerja Ahli Muda pada Disnakertrans Kabupaten Serang, Heri Supriatna mengatakan, selama dua tahun terakhir, ada 1.576 pekerja migran yang berangkat secara legal.
“Tahun 2023 ada 809 orang sementara tahun 2024 ada sebanyak 767 orang. Yang dari sektor formal jumlahnya masih sedikit, yakni sekitar 125 orang,” katanya, Sabtu 15 Februari 2025.
Heri mengatakan, negara-negara yang menjadi tujuan para pekerja migran ialah negara di asia pasifik dan timur tengah. “Untuk sektor formal biasanya banyak yang ke timur tengah. Namun sektor informal biasanya ke negara-negara asia pasifik, seperti Hongkong, Taiwan, Malaysia, Singapura, Brunei Darusalam,” ujarnya.
Ia mengaku menyayangkan karena masyarakat di Kabupaten Serang justru banyak yang memilih sektor informal. Padahal, ada banyak peluang-peluang yang dibuka dari sektor formal. Belum lagi penghasilan untuk sektor formal biasanya lebih besar dibandingkan dengan sektor informal.
“Sektor ini memang butuh keterampilan bahasa. Kemudian butuh juga keterampilan terkait job yang dibuka. Ini harus dilatih, jadi sebelum penempatan ada orientasi dulu, tiga bulan biasanya,” ujarnya.
Selain itu, ada sejumlah faktor yang menyebabkan minimnya peminat ialah karena berbayar dan belum ada pihak ketiga yang memfasilitasi untuk pembiayaannya seperti halnya di sektor informal.
“Makanya kita berupaya sounding ke perbankan agar pembiayaannya bisa difasilitasi. Bank nanti kerjasama dengan perusahaan yang melakukan penempatan,” ujarnya.
Heri mengatakan, biaya yang dikeluarkan sebenarnya untuk biaya sendiri mulai dari pemberkasan dokumen yang dibutuhkan, pelatihan, tiket dan biaya lainnya. Biasanya, kontrak kerja rata-rata berlangsung selama dua tahun.
“Besarannya variative, tergantung jenis pekerjaannya. Untuk cleaning servis biasanya Rp16 juta, tapi ada juga job formal di industri otomotif mencapai Rp70 jua. Tapi gajinya juga beda, besar,” pungkasnya.
Editor: Mastur Huda











