SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Para pedagang di Pasar Baros mengaku mengalami kesulitan untuk mendapatkan Minyakita. Kondisi tersebut telah terjadi sejak tiga bulan lalu.
Pantauan di lokasi, di beberapa kios terlihat masih ada yang menjual Minyakita, namun ketersediaan barang di kios hanya sedikit.
Salah seorang pedagang sembako di Pasar Baros, Ombi, mengatakan saat ini kesulitan untuk mencari Minyakita di pasaran.
“Susah barangnya, ini sudah terjadi sekitar tiga bulanan lah,” ujarnya, Jumat, 21 Februari 2025.
Akibat sulitnya mencari stok, harga Minyakita di Pasar Baros pun mengalami kenaikan. Semula harganya hanya Rp 15.700, kini menjadi sebesar Rp 18.000 per liternya.
“Enggak tau ini alasannya apa, pokoknya susah cari barangnya. Per liter Rp 18 ribu,” tegasnya.
Ia mengaku, biasanya ada sales yang menjual dan menawarkan langsung produk Minyakita ke kios. Namun, saat ini, pihaknya harus berkeliling hingga ke Pasar Induk Rau untuk membeli Minyakita.
“Sekarang harus nyari, keliling,” tegasnya.
Ia pun berharap agar pada saat memasuki bulan Ramadan nanti, stok Minyakita bisa normal karena biasanya ada banyak masyarakat yang membutuhkan.
“Semoga barang-barang terutama minyak ini gampang dicarinya, pasti ada banyak yang mencari,” pungkasnya.
Pedagang lainnya yakni, Sasmad, juga mengatakan, sejak dua pekan terakhir, harga gula dan minyak mulai mengalami kenaikan.
Ia mengatakan, untuk Minyakita pihaknya membeli seharga Rp 205 ribu per dus. Padahal, sebelumnya hanya Rp 185 ribu.
“Jadi harga jualnya juga naik, tadinya Rp 15 ribu per liter sekarang Rp 18 ribu per liternya,” katanya.
Selain itu, pihaknya juga mengaku mengalami kesulitan untuk mencari Minyakita sejak beberapa bulan terakhir,
Sementara itu, untuk gula juga mengalami kenaikan harga. Saat ini per karung harga gula pasir mencapai Rp 880 ribu. Padahal, biasanya hanya Rp 800 ribu per karung.
“Sekarang dijual Rp18 ribu per kilogram,” ujarnya.
Editor: Agus Priwandono











