LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Warga Kabupaten Lebak, kini menghadapi kelangkaan minyak goreng kemasan merek Minyakita.
Beberapa pekan terakhir, stok minyak goreng yang biasa dijual dengan harga terjangkau ini mendadak sulit ditemukan di pasaran, baik di toko maupun warung.
Kelangkaan ini mulai dirasakan warga sejak awal bulan Februari salah satunya terjadi di Pasar Sampay, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, pada Sabtu 22 Februari 2025.
Banyak ibu rumah tangga yang mengaku kesulitan mendapatkan Minyakita, yang selama ini menjadi pilihan utama karena harganya yang lebih murah dibandingkan merek lainnya.
Halimi Pedagan minyak di Pasar Sampay, mengeluhkan minimnya pasokan Minyakita, yang mengakibatkan mereka tidak dapat memenuhi permintaan konsumen. Kondisi tersebut karena stok yang terbatas dari distributor Minyakita.
“Minyak kita nggak ada, susah, mahal. Kita juga kesulitan untuk mendapatkan Minyakita. Kami sudah coba cari ke berbagai tempat, tapi tidak ada yang jual Minyakita. Kalau ada pun, harganya naik,” katanya kepada Radarbanten.co.id, Sabtu 22 Februari 2025.
Menurutnya Halimi, penyebab utama kelangkaan ini adalah gangguan pada distribusi yang menghambat pengiriman minyak goreng ke daerah-daerah seperti Lebak.
“Kami kesulitan untuk mendapatkannya, banyak konsumen yang mengeluh ke kami, karena gimana di kami memang-menang benar ngak ada,” pungkasnya.
Diketahui harga Minyakita yang semula Rp 17.000 per liter menjadi Rp 18.000 per liter.
Sebagian besar pembeli di pasar tradisional juga mengeluhkan minimnya pasokan Minyakita, yang mengakibatkan mereka tidak dapat mendapatkan Minyakita.
Reporter: Nurandi
Editor: Agung S Pambudi











