JAKARTA,RADARBANTEN.CO.ID–Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek) mencatat masyarakat Banten paling banyak ngutang untuk membeli rumah.
Berdasarkan press release yang disampaikan OJK, di wilayah Banten, penyaluran kredit berdasarkan jenis penggunaannya masih didominasi oleh kredit konsumsi dengan kredit untuk pemilikan rumah tinggal menjadi yang terbesar, yakni angka 31,68 persen atau Rp66,85 triliun.
Kemudian disusul oleh kredit untuk kepemilikan peralatan rumah tangga lainnya dan perdagangan besar dan kecil masing-masing menyumbang 15,18 persen atau Rp32,02 triliun dan 12,06 persen atau Rp25,45 triliun.
Angka ini mencerminkan tingginya permintaan terhadap sektor properti, khususnya untuk pemilikan rumah tinggal.
Di Provinsi Banten, sektor konstruksi menjadi yang paling tinggi dengan NPL sebesar 7,20 persen, diikuti oleh sektor real estate, usaha persewaan, dan jasa (5,74 persen), serta sektor perikanan (5,24 persen).
Produk kredit Buy Now Pay Later (BNPL) terus mencatat pertumbuhan signifikan hingga akhir Januari 2025. Di sektor perbankan, jumlah debitur BNPL di Banten meningkat 46,93 persen (yoy) menjadi 1,55 juta entitas. Sedangkan dari sektor non-bank, jumlah debitur di Banten bertambah 38,59 persen (yoy) menjadi 1,07 juta entitas.
OJK juga mencatat sektor perbankan di Banten turut mencatatkan kinerja positif dengan pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 5,48 persen (yoy), menjadi Rp218,23 triliun, dan kualitas kredit yang tetap terkendali pada level 2,98 persen.
Penghimpunan dana penghimpunan ketiga (DPK) di Banten juga tumbuh sebesar 9,28 persen (yoy) menjadi Rp297,54 triliun.
Reporter : Rostinah
Editor: Agung S Pambudi











