SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Aliansi Serikat Pekerja Buruh Kota Serang semakin khawatir dengan maraknya ancaman Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di berbagai daerah. Mereka terus memantau perkembangan kondisi ketenagakerjaan, terutama yang berkaitan dengan potensi PHK yang bisa mempengaruhi buruh.
Ketua Aliansi Serikat Pekerja Buruh Kota Serang, Teguh Prinaryanto, menegaskan bahwa pihaknya aktif mendampingi buruh yang terancam PHK. Mereka berusaha mencari solusi terbaik untuk mengatasi masalah tersebut.
“Kalau ada potensi PHK, kita selesaikan dulu secara internal. Apakah masih bisa dipertahankan atau memang sudah tidak memungkinkan. Kita juga ada forum tripartit, yang terdiri dari unsur pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja, untuk mencari solusi terbaik,” ujar Teguh, Kamis, 1 Mei 2025.
Teguh juga menyebutkan bahwa meskipun kondisi ekonomi saat ini tidak stabil, sektor ritel di Kota Serang belum merasakan dampak yang signifikan. Untuk mengurangi risiko PHK, banyak perusahaan memilih mengurangi jam kerja pekerja daripada langsung melakukan pemutusan hubungan kerja, sehingga buruh tetap bisa memperoleh penghasilan.
“Soal kenaikan upah minimum, kalau ditanya buruh, tentu maunya lebih besar. Tapi kami mengapresiasi kenaikan 6,5 persen yang ditetapkan langsung oleh Presiden. Itu luar biasa,” ucapnya.
Selain itu, Teguh menjelaskan bahwa Kota Serang yang lebih berfokus pada sektor jasa dan perdagangan belum menerapkan upah sektoral seperti daerah lainnya yang lebih banyak memiliki pabrik.
“Kita ini kota jasa dan perdagangan, belum menjadi kota industri seperti kabupaten sekitar yang punya banyak pabrik,” katanya.
Editor : Merwanda











