SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Agung Ats Tsauroh Kota Serang kembali dilanda masalah, setelah penunjukkan ketua barunya yang resmi menggantikan Mochtar Karim Wenno.
Konflik di internal DKM Masjid Agung Ats Tsauroh berawal dari adanya dugaan penggelapan dana operasional bazar Ramadan.
Saat itu, terdapat tudingan penggelapan dana bazar Ramadan yang sempat digelar pada bulan puasa tahun ini.
Baik pihak EO dari A+ Promotion One Stop Service yang menjadi pihak ketiga, maupun DKM saling meminta pertanggung jawaban.
Untuk menyudahi masalah itu, pihak Yayasan Masjid Agung Ats Tsauroh Kota Serang pun mengusulkan kepada Walikota Serang, untuk mengganti total kepengurusan DKM, termasuk memberhentikan Mochtar Karim Wenno.
Setelah itu, turunlah surat perintah tugas dari yayasan menunjuk Deni Rusli sebagai Plt Ketua DKM Masjid Agung Ats Tsauroh Kota Serang, terhitung tanggal 30 April 2025.
Namun, belum sempat menjalankan tugas sebagai Plt, Pemkot Serang kembali mengeluarkan SK dan menunjuk Khaeroni sebagai Ketua DKM.
Pengawas Yayasan Masjid Agung Ats Tsauroh Kota Serang, Jajuli Mukri mengatakan, Khaeroni tidak termasuk dalam 10 kandidat yang masuk dalam seleksi resmi sebagai ketua DKM pada awal Januari 2025.
Padahal, kata Jajuli, seharusnya pergantian Ketua DKM yang ditunjuk dari 10 orang yang mengikuti seleksi resmi tersebut.
“Jadi, lebih baik kita nolak aja gitu. Kemudian dianggap tidak prosedural ya. Kita tidak diakui tidak diajak bicara tiba-tiba itu muncul kira-kira begitu,” kata Jajuli, Jumat, 16 Mei 2025.
Ia meyakini, pihak Yayasan Masjid Agung Ats Tsauroh Kota Serang dipastikan menolak kepengurusan DKM baru yang dipimpin oleh Khaeroni.
“Kita Insyaallah kalau bicara kemarin hasil obrolan kita menolak. Bila perlu enggak usah jadi Masjid Agung juga enggak apa-apa. Kita kembali lagi ke kepada Masjid biasa saja,” katanya.
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Agung S Pambudi











