PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sebuah perkampungan di wilayah pelosok Pandeglang, Banten seolah terputus dari dunia luar.
Mobilitas warga untuk mengakses dunia luar sangat sulit karena infrastruktur jalan rusak parah.
Daerah itu bernama Kampung Ciluluk, Desa Leuwibalang, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang.
Warga sudah kampung puluhan tahun hidup dalam keterisolasian. Beberapa kali ganti bupati, akses jalan menuju kampung itu tetal rusak parah tak pernah tersentuh perbaikan. Kondisinya tidak layak dilalui.
Apalagi saat musim hujan, jalan berlumpur dan licin menjadi pemandangan sehari-hari, menyulitkan aktivitas warga, mulai dari mengangkut hasil pertanian hingga mengakses layanan kesehatan dan pendidikan.

Wartawan Radar Banten yang mencoba menjangkau Kampung Ciluluk dengan sepeda motor merasakan kepedihan dan penderitaan warga.
Terasa sulit menembus medan jalan yang rusak berat. Akibatnya, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki sejauh 2,5 kilometer menyusuri pematang sawah.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi akses jalan warga rusak parah berbatu dan berlumpur, rasanya hal ini perlu segera mendapatkan penanganan dan perbaikan agar masyarakat nyaman dan aman dalam berbagai aktivitas.
Ketua RT Kampung Ciluluk, Deden mengatakan jalan rusak sudah puluhan tahun dan belum pernah diperbaiki.
“Buat perjalanan berobat ke puskesmas saja sulit karena kondisi jalannya rusak parah. Sudah lama, kira-kira 45 tahun,” kata Deden, Sabtu 31 Mei 2025.
“Kondisinya berlumpur, ada bebatuan juga, parah-parah lagi kalau turun hujan,” sambungnya.
Deden menuturkan, pejabat pemerintahan, baik dari tingkat kabupaten maupun provinsi, bisa datang langsung ke lokasi agar mengetahui kondisi jalan yang sebenarnya.
“Saya memohon kepada pejabat pemerintah, baik itu kabupaten maupun provinsi, untuk datang melihat langsung keadaan di Kampung Ciluluk supaya tahu kondisinya,” ujarnya.
Deden menyebut, ada sekitar 40 kepala keluarga (KK) tinggal di Kampung Ciluluk, Desa Leuwibalang, Pandeglang. Mereka sudah puluhan tahun menanti jalan yang layak.
Deden berharap pemerintah segera membangun infrastruktur jalan yang layak di wilayahnya. Menurutnya, jalan yang baik sangat dibutuhkan warga untuk menunjang berbagai aktivitas.
“Harapan masyarakat itu jalan bisa segera diperbaiki. Soalnya itu yang paling utama, baik untuk perjalanan, pendidikan, sampai perekonomian juga ikut terbantu,” ujarnya.
Menurutnya, mayoritas warga di Kampung Ciluluk berprofesi sebagai petani, baik di perkebunan maupun sawah. Kondisi jalan yang rusak dinilai sangat menyulitkan mereka dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Sehari-harinya warga di sini petani kebun dan petani sawah. Pedagang juga ada, tapi rata-rata petani,” tuturnya.
Editor: Aas Arbi











