SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kabupaten Serang mulai melakukan tahapan verifikasi untuk kesiapan calon penerima program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Kabupaten Serang.
Pembangunan Rutilahu bahkan ditargetkan dapat selesai di momen 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah dan Najib Hamas.
Kepala DPRKP Kabupaten Serang Okeu Oktaviana mengatakan, pada tahun ini pihaknya menganggarkan anggaran sebesar Rp5 miliar untuk membangun 200 Rutilahu di Kabupaten Serang.
“Di 2025 kita masih teranggarkan sebanyak 200 unit, sekarang tahapannya sudah selesai untuk rekrutmen fasilitator dan sekarang kita sedang tahap verifikasi skala prioritas,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa 3 Juni 2025.
Ia mengatakan 200 calon penerima bantuan Rutilahu di Kabupaten Serang bersumber dari data base yang sudah di himpun sebelumnya. Ia mengatakan, progres verifikasi sendiri sudah mencapai sekitar 70 persen.
“Mudah-mudahan di minggu ke tiga bulan Juni sudah selesai, sehingga bisa dilakukan sosialisasi dan kemudian nanti bisa dilakukan pembangunan. Target kami, pembangunan Rutilahu bisa selesai di 100 hati kerja ibu bupati,” ujarnya.
Ia mengatakan, dalam pelaksanaan program Rutilahu, ada sejumlah kendala yang menjadikan pelaksanaan program pembangunan tidak bisa dilakukan.
Pasalnya, program tersebut bersifat stimulan sehingga membutuhkan keterlibatan aktif dari pemilik rumah ataupun masyarakat sekitar untuk menyiapkan dana swadaya agar program pembangunan dapat terealisasi hingga 100 persen.
“Walaupun bukan dalam bentuk uang saja, bisa dalam bentuk upah, bahan dan lain sebagainya. Ada beberapa yang sebetulnya masuk dalam skala prioritas, namun karena bantuan stimulan, harus ada keterlibatan dari penerima, akhirnya ada yang memilih mundur. Otomatis kita cari yang lainnya,” ujarnya.
Untuk itu, perlu dilakukan upaya verifikasi ke lapangan karena dalam penanganan Rutilahu tidak hanya dilakukan oleh Pemkab Serang, melainkan juga oleh pemerintah provinsi dan pusat. “Sehingga tidak terjadi tumpang tindih dalam pelaksanaan program,” ujarnya.
Untuk penanganan Rutilahu di Kabupaten Serang, pihaknya mengaku mentransfer dana langsung ke rekening penerima bantuan dengan rincian 75 persen untuk anggaran pembelian bahan baku, sementara 25 persennya untuk upah tukang.
“Yang 75 persen untuk bahan baku tidak diambil tunai oleh penilik rumah, tetapi kita kerjasama dengan bjb pada saat perintah dari kita, bjb akan mentransfer langsung ke material pada saat seluruh material diterima,” ujarnya.
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Agung S Pambudi











