SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Iis Nurlina, peserta rekrutmen pegawai RSUD Labuan menuntut pertanggungjawaban dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten.
Sebab, kini dirinya telah kehilangan pekerjaannya, dan sudah menganggur satu bulan lebih, buntut karut marut nya rekrutmen pegawai RSUD Labuan.
Sebelumnya, Iis yang sudah mengikuti tahapan proses, dan dinyatakan lulus melalui surat pengumuman Nomor 68 Tahun 2025 sudah bekerja dengan menandatangani kontrak kerja dengan RSUD Labuan.
Namun, pada besok harinya, dirinya dipecat, diberhentikan tanpa ada kejelasan dari pihak RSUD. Padahal, dirinya telah berhenti dari tempat pekerjaannya sebelumnya.
“Ini tentu tidak adil bagi kami, karena akibatnya kami sekarang kehilangan pekerjaan,” kata Iis, belum lama ini.
Dikatakannya, sedikitnya terdapat 32 orang termasuk dirinya yang mengalami nasib seperti ini. 20 diantaranya berada di RSUD Labuan, dan 12 lainnya di RSUD Cilograng.
Kepada wartawan, dirinya mengaku sudah menempuh banyak jalur untuk menuntut keadilan atas nasib dirinya dan teman-temannya ini. Namun, hingga kini, belum ada kejelasan dari siapapun terkait nasibnya ini.
“Kita sudah lapor ke Dinkes, ke BKD, dan terakhir audensi dengan DPRD. Tapi sampai sekarang belum ada solusi,” ungkapnya sembari menuntut agar dapat dipekerjakan kembali di RSUD itu.
Diketahui, dalam proses rekrutmen pegawai ini Pemprov Banten membutuhkan 359 pegawai untuk masing-masing RSUD. Pendaftaran pendaftaran pun dibuka pada 21 Maret lalu, ribuan orang pun mendaftarkan diri dengan mengikuti proses verifikasi administrasi terlebih dahulu.
Kendati demikian, hingga pertengahan bulan Juni 2025 ini, belum ada penetapan kelulusan pegawai di dua RSUD itu, pada jadwalnya peserta akan melakukan enandatanganan perjanjian hubungan kerja dan SK engangkatan pada tanggal 28 sampai 29 April 2025.
Reporter : Yusuf Permana
Editor: Agung S Pambudi











