SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Banjir kembali melanda Kecamatan Puloampel, tepatnya di jalan Raya Bojonegara-Puloampel yakni di Kampung Candi, Desa Puloampel, Kecamatan Puloampel, Kabupaten Serang.
Akibatnya ada sebanyak tiga sepeda motor yang hanyut akibat derasnya arus air yang menyapu jalan tersebut.
Dari tiga sepeda motor yang hanyut, baru satu yang berhasil dievakuasi oleh warga, sementara dua kendaraan masuk ke dalam parit dan belum dapat dievakuasi.
Sekretaris Kecamatan Puloampel, Tubagus Ifatullah mengatakan, berdasarkan informasi yang ia terima dari warga, ada sebanyak tiga sepeda motor yang hanyut oleh banjir.
“Satu masih bisa diselamatkan, sementara dua lagi tersebut ke dalam parit. Untuk pengendaranya aman,” katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu 28 Juni 2025.
Ia mengaku, banjir yang terjadi di Puloampel semakin memperihatinkan dan membahayakan warga. Meskipun hanya menerjang jalan raya Bojonegara-Puloampel, namun banjir tersebut juga mengancam keselamatan.
“Kalau korban nyawa belum pernah ada dan semoga tidak ada. Cuman kalau motor sering, sudah beberapa kali. Pernah beberapa waktu lalu juga ada yang hanyut dan belum ketemu sampai sekarang,” katanya.
Ia mengaku, di tahun 2025 ini, wilayah Puloampel sudah berkali-kali diterjang oleh banjir. Bahkan yang terparah terjadi pada Selasa 17 Juni 2025 lalu. Bahkan banjir juga menerjang pemukiman warga di tiga desa.
Ia mengungkapkan, banjir diakibatkan oleh saluran drainase yang ada di lingkungan warga yang dipenuhi oleh material sisa-sisa pertambangan yakni batu dan lumpur.
“Sudah dikeruk juga, paling dua tiga kali hujan banjir lagi. penuh lagi gitu oleh material dari tambang,” tegasnya.
Selain itu, minimnya daerah resapan air akibat masifnya aktivitas pertambangan mengakibatkan banjir tak terelakan.
Ia berharap, segera ada penanganan banjir di Puloampel, terutama dilakukan pengerukan secara berkala serta dibuatkan saluran air yang besar untuk membuang air ke laut.
Editor: Bayu Mulyana











