SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Imbas viral dekorasi belum siap saat hari pernikahan, membuat pemilik Nafa Wedding mendapat banyak ancaman.
Bahkan, ada pelaku yang akan melakukan pengancaman dengan membakar seluruh gaun di galeri Nafa Wedding.
“Ada juga yang mengancam melakukan spam order di aplikasi market place atas nama saya,” kata, pemilik Nafa Wedding, Elfaumi Farkhah, Minggu 29 Juni 2025.
Kondisi tersebut diakui perempuan yang akrab disapa Elfa ini membuat psikisnya terganggu. Ia meminta dan berharap, teror yang didapatkan melalui media sosial (medsos), telepon, Whatsapp, email dan media sosialnya itu berhenti.
Sebab, ia dan Wiwin Wulandari selaku pihak yang dirugikan telah menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan. “Karena hal itu membuat saya tertekan (teror-red),” ujarnya.
Kejadian viral tersebut berawal saat Wulan memesan paket untuk pernikahannya pada akhir tahun 2024. Selanjutnya, perempuan asal Kramatwatu, Kabupaten Serang tersebut mengonfirmasi perubahan paket untuk tanggal pernikahannya pada Minggu 15 Juni 2025. Paket yang dipesan yakni Rp 31,500 juta.
“Ada perubahan paket yang dipesan oleh Teh Wulan,” katanya.
Elfa mengatakan, kejadian tak mengenakan tersebut terjadi waktu rencana pengerjaan. Pada sabtu 14 Januari 2025 sekira pukul 23.30 WIB, ia mendapat kabar dari sopirnya bahwa kendaraan yang membawa peralatan dekorasi mogok di daerah Serang Barat.
“Mendengar hal itu saya langsung menghubungi bengkel dan juga menghubungi mobil sewaan,” katanya didampingi kuasa hukum, Carlos Fernando Silalahi.
Saat mekanik datang, mobil tersebut mengalami turun mesin. Agar peralatan dekorasi tersebut dapat tiba ke tempat Wulan maka diganti dengan kendaraan lain.
“Sekitar pukul 01.30 WIB (hari Minggu-red) saya ke datang untuk memantau dekorasi. Setelah kondisi terpantau aman saya kembali ke lokasi mobil mogok karena harus diderek,” ungkapnya.
Elfa mengungkapkan, ia mendapatkan kabar dekorasi yang belum siap tersebut pada 07.00 WIB. Saat itu, ia sedang berada di tempat lain tepatnya di Perumahan Bumi Ciruas Permai (BCP) untuk pemasangan dekorasi bunga.
“Tiba-tiba saya dikabari dekor tidak sesuai, kursi pengantin dan kursi tamu belum ada,” katanya.
Kursi tersebut diakui Elfa baru tiba sekira pukul 08.30 WIB. Namun yang sangat disayangkan, kursi tersebut dalam kondisi kotor sehingga kembali dikomplain.
“Saya akui saya salah melakukan kesalahan dengan miss control terhadap tim dekor,” katanya.
Elfa menjelaskan, dirinya tidak dapat langsung ke tempat pernikahan Wulan karena harus menyelesaikan make up di BCP. Meski tidak berada di lokasi pernikahan Wulan dan suami, Elfa tetap melakukan koordinasi agar dapat diperbaiki.
“Sekali lagi saya mengakui bahwasanya ada miss control namun bukan berarti saya tidak berkoordinasi dengan tim,” katanya.
Atas kejadian tidak mengenakan tersebut, Elfa telah datang ke rumah Wulan dan langsung memohon maaf. Ia pun sepakat atas dua permintaan Wulan keluarganya yakni membuat video permohonan maaf dan melakukan pengembalian uang Rp 15 juta. “Tanpa saya tawar lagi (Rp 15 juta-red),” ungkapnya.
Reporter: Fahmi Sa’i
Editor: Agung S Pambudi











