PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID-Badan Meteorologi Geofisika dan Klimatologi mencatat dalam satu bulan sebanyak 34 kali gempa bumi mengguncang Kabupaten Pandeglang.
Gempa bumi yang terjadi berpusat di Labuan dan Sumur, Kabupaten Pandeglang.
Gempa bumi sebanyak 34 kali berlangsung dari mulai tanggal 2 Juni hingga 9 Juli 2025.
Dengan kekuatan gempa bumi dari yang terendah Magnitudo 1,6 Skala Richter hingga terbesar Magnitudo 5,4 Sakal Richter di hari Rabu, 9 Juli 2025 sekira pukul 06.50 WIB.
Gempa bumi terjadi pada tanggal 2 Juni dengan Magintudo 2,2 Skala Richter berpusat di Sumur. Pada tanggal
4 Juni 2025, terjadi gempa bumi di Labuan dengan Magnitudo 2,6 skala Richter dan Magnitudo 3,8 Skala Richter dan 3,3 Skala Richter berpusat di Sumur.
Selanjutnya, pada tanggal 5 Juni, gempa bumi terjadi dua kali dengan Magnitudo sama yaitu 2,7 dan 2,7 Skala Richter berpusat di Sumur.
Pada tanggal 6 Juni gempa bumi terjadi di Sumur dengan Magnitudo 2,8 Skala Richter.
Terus tanggal 7 Juni 3,0 SC, tanggal 12 Juni 3,8 SC, Tanggal 13 Juni 3,5 SC. Tanggal 17 Juni 3,8 SC, 18 Juni 2,3 SC, 19 Juni 2,9 SC.
Pada tanggal 21 Juni terjadi di Labuan 1,6 SC dan berpusat di Sumur 2,1 SC 4,9 SC, 3,3 SC. Pada tanggal 22 Juni 4,9 SC,
23 Juni 3,1 SC, 2,0 SC,2,1 SC, berpusat di Sumur.
Pada tanggal 24 Juni di Labuan 1,9 SC, 27 Juni Labuan 2,1SC dan di Sumur 2,6 SC. Pada tanggal 28 Juni 2,6 SC di Sumur.
Selanjutnya pada tanggal 7 Juli 2,7 SC dan 1,7 SC di Labuan, dan 2,4 SC di Sumur. Pada tanggal 8 Juli 2,1 SC berpusar di Sumur dan pada tanggal 9 Juli terjadi gempa bumi 5,4 SC pada pukul 06. 50 dan susulannya 3,8 SC, 3,5 SC.
Berdasarkan catatan dari BMKG sebetulnya gempa bumi hampir terjadi setiap hari dengan kekuatan berbeda-beda setiap harinya.
Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran Riza Ahmad Kurniawan, wilayah Kabupaten Pandeglang sering dilanda gempa karena karena memang berada di jalur pertemuan lempeng tektonik Indo-Australia dan Eurasia.
“Lempeng Indo-Australia bergerak ke arah utara dan menyusup (subduksi) ke bawah lempeng Eurasia, menciptakan tekanan dan gesekan yang dapat memicu gempa bumi,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Rabu, 9 Juli 2025.
Selain zona subduksi, wilayah Banten juga memiliki beberapa sesar aktif (patahan pada kerak bumi). Seperti seperti Sesar Bayah dan Sesar Ujung Kulon.
“Yang turut menyumbang pada tingginya tingkat kerentanan gempa di Pandeglang. Posisi geografis Pandeglang yang berada di dekat zona subduksi dan pertemuan lempeng, serta adanya sesar aktif, menjadikan wilayah ini memiliki tingkat kerawanan gempa yang tinggi,” katanya.
Seperti halnya Gempa bumi tektonik Magnitudo 5,4 Skala Richter berpusat di Sumur, yang terjadi pada hari Rabu 09 Juli 2025 pukul 06.50.39 WIB mengguncang Selat Sunda dan Tanggamus, Lampung.
Berdasarkan hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,3. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 6,60° LS ; 104,63° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 124 Kilometer arah Barat Daya Tanggamus, Lampung pada kedalaman 47 Kilometer.
“Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik,” katanya.
Gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami namun berdampak dan dirasakan di daerah Cibeber, Bayah, Pringsewu dengan skala intensitas III MMI. Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu.
“Lalu daerah Malingping, Banjarsari dengan skala intensitas II-III MMI. Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu,” katanya.
Kemudian ke daerah Semaka, Pematang Sawah, Kota Agung, Bandar Lampung, Sumberjo dengan skala intensitas II MMI. Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami. Hingga pukul 07.30 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan,” katanya.
Ketika ditanya apakah wilayah Pandeglang ada terdampak, Riza mengatakan, sampai saat ini belum ada laporan adanya kerusakan.
“Dan tim BPBD terus memantau situasi dan kondisi pasca gempa bumi. Alhamdulilah laporan kerusakan sampai saat ini (sore hari) tidak ada laporan kerusakan dan situasi aman,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor: Agung S Pambudi










