KABUPATEN TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak 40 pasangan suami istri di Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang melakukan isbat nikah yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Isbat nikah tersebut diselenggarakan di GSG Kecamatan Pakuhaji pada Jumat 18 Juli 2025 yang juga dalam rangka Milad MUI ke 50 tahun.
Terlihat puluhan pasangan suami istri tersebut sumringah ketika dilaksanakan isbat nikah oleh hakim pengadilan agama Kabupaten Tangerang.
Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid mengatakan bahwa isbat nikah ini merupakan bagian dari kegiatan Milad MUI yang ke 50 tahun. Dimana, isbat nikah telah dibicarakan kepada pihak terkait, bahwa isbat nikah ini akan dilanjutkan pada kecamatan-kecamatan lain yang ada di Kabupaten Tangerang.
“Jadi, nanti kita akan data kembali pasangan yang belum tercatat nikahnya pada negara untuk melakukan isbat nikah,” ujar Maesyal.
Dikatakan Maesyal, hal tersebut dilakukan supaya masyarakat punya legalitas nikahnya oleh negara, supaya dapat kepastian hukum tentang apa saja yang berkaitan dengan legalitas dari pernikahan.
“Seperti kepastian hukum pencatatan kelahiran anak, warisan dan lain sebagainya,” ungkap Bupati Maesyal.
Maesyal juga bilang, bahwa isbat nikah ini pastinya sudah dinantikan oleh 40 pasangan suami istri yang ada disini. Meskipun mereka nikahnya sudah 20 tahun yang lalu.
“Ini kegiatan yang sangat bagus dan tentu tadi saya bilang, bahwa isbat nikah ini akan diperluas cakupannya di kecamatan lain,” terang Maesyal.
Dalam isbat nikah ini, Maesyal mencatat ada peserta yang usianya 60 tahun melakukan isbat nikah tadi. Namun sangat bersemangat sekali mengikutinya.
“Sebab apa, sebab mereka sadar akan ada kepastian hukum bagi anak dan cucu-cucunya nanti,”pungkas Maesyal.
Sementara itu, Sudiman (57) sangat senang ada kegiatan isbat nikah seperti ini.
Sebab kata dia, isbat nikah ini sangat membantunya dalam mengurus persyaratan keberangkatan haji dan lainnya.
Dia mengaku bahwa semenjak nikah pada tahun 1989 tidak pernah dicatat pernikahannya kepada pihak KUA.
“Gak tau itu dulu orang tua saya urusannya,” tukas warga Pakuhaji Tengah ini.
Editor: Bayu Mulyana











