SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Sebanyak 1.768 ruang kelas Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri di Kabupaten mengalami kerusakan baik kategori sedang hingga berat. Gedung kelas yang rusak tersebut tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Serang.
Berdasarkan data yang diterima dari Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Serang, ada sebanyak 3.819 ruang kelas SD serta 1.216 ruang kelas untuk SMP.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pendidikan (Sarpras) pada Dindikbud Kabupaten Serang, Christiansyah Pagua Amran mengatakan, ada sebanyak 1.653 ryang kelas yang mengalami rusak sedang dan 115 ruang kelas yang mengalami rusak berat.
“Kalau gedung kelas baik SD maupun SMP negeri hampir di setiap kecamatan ada yang jumlah kerusakan sedang dan berat nya lebih dari 5 ruang kelas,” katanya saat dihubungi melalui pesan whatssap, Rabu 30 Juli 2025.
Ia mengatakan, jika ruang kelas yang mengalami rusak berat tidak dapat digunakan untuk pelaksanaan proses belajar mengajar. Untuk itu, gedung kelas yang mengalami rusak berat butuh dilakukan penanganan segera.
Meskipun demikian, anggaran untuk pembangun ruang kelas rusak di Kabupaten Serang di tahun ini sangat sedikit. Bahkan besaran anggarannya berkurang dari tahun 2024 lalu.
Pada tahun 2024, anggaran dari Dana Alokasi Umum (DAU) APBD untuk pembangunan gedung kelas sebesar Rp25 miliar. Namun di tahun ini anggaran berkurang drastis yakni di angka Rp3 miliar.
“Sehingga dari DAU untuk perbaikan gedung sekolah untuk SMP enam, sementara untuk SD lima,” ujarnya.
Sementara itu, untuk anggaran dari Dana Alokasi Khusus (DAK) juga tersedia untuk pemangunan gedung kelas, yakni disediakan untuk refitalisasi. “Artinya bantuan itu dari pusat langsung ke sekolah. Sama itu juga untuk SMP ada enam, untuk SD ada lima,” tegasnya.
Ia mengatakan, diperkirakan jumlah ruang kelas yang mengalami rusak sedang maupun berat masih di angka 60 persen untuk di tingkat SD. Sementara untuk SMP masih di angka 30 persen. “Rusak sedang dan berat, rusak sedang yang paling banyak,” ujarnya.
Ia mengaku, untuk pembangunan gedung kelas yang rusak di Kabupaten Serang masih belum dapat dilakukan. Pasalnya, pihaknya masih menunggu dana transfer dari pemerintah pusat.
“Masih menunggu transfer dari Kementerian ke rekening sekolah. Harusnya tuh akhir Juli ini sudah sudah berjalan, cuman karena transfernya belum juga masuk ke rekening sekolah, jadi belum bisa dilaksanakan,” ujarnya.
Sementara itu, untuk pembangunan dari anggaran DAU, pihaknya berencan akan melakukan pembangunan di akhir bulan Agustus. “Untuk SMP Negeri Cikeusal ada 3 ruang yang dibangun, mudah-mudahan di awal September sudah mulai. Kalau tiga ruang itu kita butuh waktu hanya 90 hari lah. Jadi November itu sudah beres,” ujarnya.
Ia mengaku, prioritas pembangunan sekolah dikhususnkan untuk sekolah-sekolah yang mengalami rusak berat dan berdasarkan usulan dalam musrembang. “Kita prioritaskan untuk sekolah-sekolah yang rusak berat dan berdasarkan usulan dari Musrembang,” ujarnya.
Ia berharap, agar anggaran untuk pembangunan gedung kelas bisa kembali ditambah sehingga nantinya penanganan untuk pembangunan kelas rusak di Kabupaten Serang dapat dimaksimalkan.
“Semoga bisa maksimal, bisa 30 sekolah setiap tahunnya yang ditangani sehingga tidak ada lagi gedung kelas rusak di Kabupaten Serang,” pungkasnya.
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Agung S Pambudi











