PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID–Sebuah kapal kargo Trisnawati berukuran besar dilaporkan kandas di perairan Desa Kutakarang, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kapal tersebut sedang dalam perjalanan menuju PT. Semen Merah Putih (Gama) di wilayah Bayah, untuk mengambil muatan semen, namun mengalami insiden hingga terdampar.
Kanit Gakkum Satpolairud Polres Pandeglang, IPDA Windi Setiawan mengatakan, bahwa kapal yang terdampar itu jenis kargo dalam kondisi tanpa muatan.
“Iya betul, kapal kargo itu kandas di perairan Kutakarang. Saat kejadian, kapal dalam keadaan kosong, belum sempat mengangkut muatan,” kata Kanit Gakkum Satpolairud Polres Pandeglang, IPDA Windi Setiawan, saat dihubungi melalui sambungan telepon WhatsApp, Kamis 30 Juli 2025.
IPDA Windi menuturkan, penyebab kapal terdampar belum diketahui pasti. Namun dugaan sementara disebabkan cuaca buruk dan gelombang tinggi laut.
“Kalau keterangan dari nahkoda, itu karena cuaca buruk waktu malam. Sampai saat ini kapal belum bergerak, masih dalam posisi kandas,” ujarnya.
Lebih lanjut, Satpolairud telah mengecek langsung kondisi kapal dan kru. Beruntung, tak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini.
“Kita sudah cek TKP kemarin. Kru kapal selamat semua, tidak ada korban jiwa,” terangnya.
Diketahui, terdapat 17 anak buah kapal (ABK) di dalam kapal tersebut. Mereka masih berada di atas kapal menunggu proses evakuasi.
“Jumlah kru ada 17 orang. Mereka dari luar daerah dan memang tujuan kapalnya ke PT Semen Merah Putih. Untuk sementara, mereka masih bertahan di kapal,” jelas Windi.
Insiden ini diketahui terjadi sejak Rabu (30/7), dan telah berlangsung lebih dari 24 jam. Sejumlah pihak gabungan, termasuk Sabandar, Polair, Polsek Cibaliung, dan Koramil Cibaliung sudah turun ke lokasi untuk pengecekan awal.
“Langkah awal sudah kita lakukan. Pemeriksaan kondisi kapal, kru, dan medan sekitar lokasi juga sudah dilakukan. Tindak lanjut teknisnya masih menunggu koordinasi dengan pihak terkait,” imbuhnya.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agung S Pambudi











