SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Angka kemiskinan ekstrem di Provinsi Banten masih memprihatinkan. Berdasarkan data indikator status kesejahteraan tahun 2024 milik Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), sebanyak 1 juta warga Banten masuk dalam kategori Desil 1 atau tingkat kesejahteraan paling rendah.
Desil merupakan pengelompokan masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan, dimulai dari Desil 1 (sangat miskin), Desil 2 (miskin), Desil 3 (hampir miskin), hingga Desil 4 (rentan miskin). Keempat kelompok ini menjadi penerima utama bantuan sosial pemerintah.
Plt Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Banten, Dicky Hardiana, membenarkan hal tersebut. “Dari 4 juta warga itu, 1 juta diantaranya masuk kategori desil 1, desil 2 sebanyak 979 orang, desil 3 sebanyak 1 juta orang, dan desil 4 sebanyak 1,2 juta orang,” kata Dicky, Senin 18 Agustus 2025.
Kabupaten Tangerang menjadi daerah dengan jumlah warga miskin ekstrem terbanyak di Banten. Sebanyak 370.319 jiwa tercatat masuk dalam Desil 1. Disusul oleh Kota Tangerang (154.727 jiwa), Kabupaten Pandeglang (153.138 jiwa), dan Kabupaten Lebak (150.659 jiwa).
Terkait data terbaru dari sistem DTSEN, Dicky menyatakan belum bisa membeberkan lebih jauh. “Sebab, DTSEN itu merupakan kewenangan Kemensos secara langsung,” ujarnya.
Meski demikian, pihaknya menegaskan komitmen dalam penanganan kemiskinan ekstrem. “Tentu kita ingin semua warga Banten itu bisa mendapatkan hak-haknya untuk hidup sejahtera,” pungkasnya.
Editor: Merwanda











