CILEGON – Proyek relokasi kabel udara di Kota Cilegon terus berlanjut. Namun, pelaksana proyek dari Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL) mengaku menemui kendala teknis di lapangan, terutama terkait kondisi tanah yang lebih keras dari perkiraan awal.
Koordinator Wilayah APJATEL Banten, Noviana mengatakan, pekerjaan di lapangan tidak lepas dari hambatan. Tanah yang keras dan faktor cuaca hujan membuat progres sedikit melambat.
“Kita tidak menggunakan bor mesin, jadi murni tenaga manusia. Ini yang membuat pengerjaan agak lambat. Tapi alhamdulillah, manpower ditambah dan sampai saat ini progres masih on track,” ujar Noviana saat ditemui usai kegiatan Koordinasi dan Evaluasi Progres Pengerjaan Relokasi Kabel Udara di Ruang Rapat Asda, Jumat 3 Oktober 2025.
Meski begitu, kata Noviana, penggalian kabel telah mencapai 90 persen. Selanjutnya, pekerjaan akan dilanjutkan dengan proses penanaman kabel sebelum dilakukan penyambungan ke jaringan lama.
“Untuk penggalian satu sisi insyaallah sudah selesai. Proses penarikan kabel akan dimulai pada 10 Oktober, targetnya awal November penyambungan bisa dilakukan. Akhir November rencana pemotongan dan penurunan kabel udara,” jelasnya.
APJATEL, lanjutnya, tetap berupaya meminimalisasi dampak pekerjaan terhadap warga sekitar.
“Kami mohon maaf kepada warga Cilegon. Namanya penggalian pasti ada dampaknya, apalagi saat hujan. Tapi kita rapihkan kembali, termasuk jika ada ubin yang harus diganti, akan diperbaiki seperti semula,” tegas Noviana.
Ia juga mengapresiasi dukungan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon yang dinilai sangat responsif dalam memberikan solusi terhadap kendala teknis di lapangan.
“Dari semua pekerjaan APJATEL, Cilegon yang paling cepat progresnya. Setiap ada masalah langsung dikonsultasikan dan pemerintah daerah selalu memberi solusi,” ungkapnya.
Dengan progres yang sudah berjalan, APJATEL optimistis relokasi kabel udara di Cilegon bisa rampung sesuai target akhir November.
Editor Daru Pamungkas











