SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Polisi memastikan DB (33), oknum guru SMP di Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang, yang menjadi tersangka kasus kekerasan seksual terhadap siswanya, negatif HIV/AIDS.
“Hasilnya sudah keluar dan kami terima. Hasil pemeriksaan menunjukkan negatif HIV/AIDS,” ujar sumber Radar Banten di Polres Serang, Minggu 26 Oktober 2025.
Kasus kekerasan seksual di sekolah ini terbongkar setelah ibu korban melapor ke Polres Serang pada Rabu 8 Oktober 2025. Dalam laporan tersebut, pelaku diduga memperdayai korban berinisial E (14) hingga melakukan tindakan menyimpang.
Penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Serang kemudian menangkap pelaku, yang juga merupakan guru Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) sekaligus pembina pramuka di sekolah tersebut, Senin 13 Oktober 2025. Kepada penyidik, pelaku mengakui perbuatannya.
Menurut hasil penyidikan, pelaku melakukan tindakan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan sebanyak empat kali dalam dua bulan terakhir. Semua kejadian terjadi di sekretariat pramuka yang masih berada di lingkungan sekolah.
Pelaku mulai mendekati korban setelah memergoki korban menonton video porno. Ia kemudian membujuk korban hingga akhirnya korban mengikuti keinginan pelaku.
“Awalnya dari menonton video porno, lalu pelaku membujuk korban hingga terjadi perbuatan menyimpang,” ujar sumber tersebut.
Setelah kejadian pertama, pelaku terus mengulangi perbuatannya. Saat korban berhenti berkomunikasi, pelaku mendatangi rumah korban dan bertemu dengan ibunya. Dari situlah tindakan pelaku terbongkar.
“Ibu korban membuka ponsel anaknya dan menemukan percakapan tak pantas antara pelaku dan anaknya,” ungkap sumber itu.
Kasatreskrim Polres Serang AKP Andi Kurniady mengatakan, sejauh ini polisi baru menemukan satu korban. Ia mengimbau masyarakat melapor jika menemukan korban lain.
“Sampai saat ini baru satu korban. Kami akan tindaklanjuti jika ada laporan baru,” katanya.
Dari hasil pemeriksaan, penyidik menduga pelaku memiliki kelainan orientasi seksual.
“Motif pelaku berasal dari penyimpangan orientasi seksual. Ia mengaku menyukai sesama jenis, khususnya anak laki-laki,” ujar Andi.
Editor: Aas Arbi











