SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Masyarakat di Kabupaten Serang diminta untuk mewaspadai apabila pihak yang akan memberikan pekerjaan di luar negeri mengarahkan mereka untuk membuat paspor wisata.
Pasalnya, modus tersebut kerap digunakan oleh pihak-pihak yang menjadi prilaku Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) untuk menjerat korban-korbannya.
Kasi layanan verifikasi dokumen perjalanan pada kantor Imigrasi kelas 1 non TPI Serang, Yanuar mengatakan, pihaknya telah berupaya mengantisipasi agar yang berangkat kerja ke luar negeri tidak menjadi korban TPPO.
“Petugas kita melakukan wawancara dan memeriksa berkas-berkas secara teliti dan kalau memang terindikasi masyarakat kita atau penduduk di wilayah Banten ini ingin bekerja ke luar negeri akan kita arahkan melalui PJTKI yang resmi,” katanya.
Ia mengaku, berdasarkan hasi wawancara yang dilakukan, pihaknya banyak mendapati adanya masyarakat yang ingin bekerja ke luar negeri namun membuat paspor dengan alasan ingin berwisata.
“Dari hasil wawancara kami, terindikasi yang bersangkutan akan bekerja tentunya kita tangguhkan dulu sampai dia memenuhi persyaratan yang kami minta. Sehingga yang ditujunya jelas, yang memberangkatkannya jelas, kemudian dari pihak Daker bisa memverifikasi yang bersangkutan,” ujarnya.
Ia mengatakan, apabila ada seseorang yang ingin berwisata ke luar negeri, pihaknya akan meminta mereka agar bisa menunjukan tiket perjalanan baik pemberangkatan maupun kepulangan.
“Kalau dia terang-terangan untuk bekerja tentu dia enggak mau. Paling dia mengaku untuk berwisata. Kalau berwisata dia harus punya tiket pulang dan pergi. Kemudian ada biaya hidup selama di luar negeri,” ujarnya
Ia mengatakan, apabila mereka tida bisa menunjukan hal tersebut, maka pihaknya tidak akan menerbitkan paspor yang mana menjadi persyaratan untuk mereka agar bisa berangkat ke luar negeri. “Kita tangguhkan,” tegasnya.
Biasanya ada sejumlah lokasi yang akan menjadi tujuan pemberangkatan mereka dengan alasan wisata, diantaranya ialah Thailand, Singapura, Malaysia maupun negara-negara di Eropa. “Kalau ke Kamboja kan tidak ada tempat wisata,” pungkasnya.
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani











