PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Tempat nongkrong terus bermunculan di Kabupaten Pandeglang. Tak hanya disukai anak muda, kafe kini juga jadi pilihan keluarga dan pekerja untuk bersantai sambil menikmati kopi.
Salah satu rekomendasi kafe yang baru hadir adalah Kafe Sanemah di Jalan Letnan Bolang, Kelurahan Pandeglang, Kecamatan Pandeglang, Kabupaten Pandeglang. Kafe ini baru buka beberapa minggu lalu dan masih dalam tahap trial hingga akhir bulan.
Sanemah hadir dengan konsep berbeda. Pengunjung dibuat seolah sedang bertamu ke rumah teman sendiri.
“Kita pengin suasananya kayak di ruang tamu. Jadi ketika datang, kita biasakan lepas sepatu atau sandal biar lebih santai,” ungkapnya, Senin 10 November 2025.
Nama Sanemah diambil dari seorang anak di Baduy Dalam, Kampung Cibeo, yang dikenal Taufik saat berkunjung ke sana. Warna marun pada interiornya terinspirasi dari warna lipstik khas perempuan Baduy.
Sanemah punya banyak spot foto dan ruang nostalgia. Ada tema kartun 90-an, alat musik lawas, hingga dinding tokoh dunia seperti Soekarno, Mahatma Gandhi, dan Che Guevara.
“Kita pengin kafe ini jadi ruang ekspresi dan nostalgia, biar orang bisa flashback ke masa kecil,” ujar Taufik.
Kafe ini fokus pada sajian kopi. Menu andalannya, Es Kopi Sanemah, memadukan rasa creamy dan manis secara seimbang, cocok untuk semua kalangan.
“Kita pengin rasa kopinya balance, nggak terlalu manis dan nggak pahit,” jelasnya.
Selain itu, tersedia Americano, manual brew, dan kopi hitam. Untuk makanan, Sanemah masih menyesuaikan dengan selera pasar. Harga minuman dibanderol antara Rp 20 ribu–Rp 28 ribu.
Taufik berencana memakai kopi Gunung Karang sebagai bahan utama racikan mereka.
“Kopi Pandeglang itu bagus, cuma belum banyak dikenal. Ke depan kita mau angkat kopi Gunung Karang supaya makin dikenal,” katanya.
Taufik berharap kehadiran Sanemah bisa memperkuat ekosistem kopi dan mendorong ekonomi lokal.
“Harapannya orang Pandeglang lebih bangga nongkrong dan ngopi di daerah sendiri. Semakin banyak kafe, pasar kopi lokal juga makin terbentuk,” tutupnya.
Editor: Abdul Rozak











