SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Semarak Budaya 2025 kembali menjadi momentum besar bagi penguatan identitas pencak silat Banten melalui gelaran Jawara Banten Bersatu di Kota Serang.
Acara tersebut diselenggarakan Kementerian Kebudayaan RI bersama Komisi X DPR RI dan menghadirkan ratusan pendekar dari berbagai perguruan silat. Kegiatan diawali dengan penyambutan adat untuk Anggota DPR RI Dapil Banten II, Jazuli Juwaini, berupa tarian tradisional dan pemberian golok kehormatan. Golok tersebut diberikan sebagai simbol keberanian dan keteguhan, sekaligus bentuk penghormatan atas konsistensi Jazuli dalam mendukung kebudayaan Banten.
Ketua Pelaksana, Azri, mengatakan kegiatan ini menjadi ruang penguatan silaturahmi antarperguruan silat di Banten.
“Ini ajang silaturahmi antarperguruan, sekaligus komitmen menjaga kelestarian seni bela diri Banten,” ujar Azri, Senin 17 November 2025.
Rektor UNBAJA, Dadang Herli Saputra, turut menyampaikan kebanggaannya karena kampusnya dipercaya menjadi tuan rumah gelaran budaya tersebut.
“UNBAJA bangga menjadi tempat berkumpulnya para pendekar, dan kami ingin menjadi katalisator pertumbuhan budaya Banten,” ungkapnya.
Anggota Komisi X DPR RI, Kurniasih Mufidayati, yang hadir secara daring, menegaskan pentingnya merawat budaya sebagai identitas bangsa.
“Pencak silat bukan sekadar olahraga, tetapi jati diri dan martabat bangsa yang harus kita jaga bersama,” tegas Kurniasih.
Ia mengingatkan bahwa keberagaman budaya harus menjadi kekuatan di tengah derasnya arus globalisasi.
“Budaya kita berbeda, tetapi justru menjadi perekat Indonesia. Ketika kita merawat budaya, kita merawat bangsa,” ujarnya.
Kurniasih juga meminta generasi muda tetap dekat dengan akar budayanya agar tidak kehilangan karakter di era digital.
“Anak muda perlu bangga dengan budayanya, dan kegiatan seperti ini menjaga mereka tetap dekat dengan identitasnya,” katanya.
Wakil Ketua DPRD Kota Serang, Hasan Basri, memberikan apresiasi terhadap dukungan berkelanjutan Jazuli Juwaini.
“Kami berterima kasih kepada Pak Jazuli yang selalu konsisten mendukung kegiatan budaya di Kota Serang,” ujar Hasan Basri.
Sementara itu, Jazuli Juwaini menegaskan bahwa pencak silat Banten kini semakin dikenal di kancah internasional.
“Bahkan di Prancis ada empat perguruan silat, gurunya dari Banten. Dunia mengakui silat kita sebagai warisan berharga,” tegas Jazuli.
Ia juga menyampaikan pesan khusus kepada generasi muda agar mempelajari bela diri demi membangun karakter.
“Belajarlah bela diri. Selain menyehatkan, itu membangun karakter dan menjauhkan kalian dari kecanduan gadget,” ucapnya.
Acara ditutup dengan penyerahan plakat penghargaan kepada perguruan silat serta penampilan kolaboratif seluruh pendekar sebagai simbol persatuan budaya Banten.











