SERANG – Keberadaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Serang memberikan angin segar bagi masyarakat dan pelaku usaha kecil.
Pasalnya, mereka dapat mengakses barang-barang dengan harga yang murah dibandingkan dengan harga pasaran serta akses yang sangat dekat dengan lokasi rumah mereka.
Bahkan, mereka yang memiliki simpanan di KDMP bisa mendapatkan bagi hasil keuntungan dari koperasi yang sudah terbentuk.
Seperti halnya yang dirasakan oleh penjual nasi uduk di Desa Ranjeng, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Nining Habibah yang kini tak harus jauh-jauh untuk mencari bahan baku untuk ia berjualan.
Ia mengatakan, keberadaan KDMP di Desa Ranjeng sangat membantu bagi masyarakat maupun para pelaku UMKM karena harga-harga yang dijual di KDMP sangat murah dan terjangkau.
“Sangat membantu, bahkan harganya lebih murah dari tempat grosiran. Kalau di grosir kan mahal, kalau di sini lumayan murah,” ujarnya, Rabu 5 November 2025.
Bahkan, lanjut Habibah, selain bisa berbelanja, pihaknya juga bisa menabung di koperasi. Kembalian kecil pun bisa dimasukan ke dalam tabungan.
“Kalau di grosir kan tidak bisa. Biasanya belanja ke pasar ataupun toko grosir, sekarang saya belanja ke sini dan jadi anggota,” ujarnya.
Selain itu, ada juga manfaat lain yang dirasakan yakni anggota bisa mendapatkan SHU dari keuntungan koperasi yang akan dibagikan setiap tahunnya.
“Yang terpenting lebih murah dari yang lain. Saya kan jual nasi uduk dan gorengan, jadi semua kebutuhan bahan bakunya ada di sini, mulai terigu, minyak, beras dan lainnya semua ada. Ditambah lagi aksesnya dekat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua KDMP Desa Ranjeng, Cahyadi mengatakan, selain menyediakan produk-produk dari Bulog, pihaknya juga saat ini telah menjajaki kerjasama dengan brand lainnya, seperti Unilever, Wings, dan lain sebagainya.
“Barang-barang di kita juga sekarang sudah sudah banyak lah. Bahkan sekarang kan salah satu UMKM di desa kan ada UMKM yang membuat kan tempe bekerjasama dengan kita, kita carikan supplier-nya,” ujarnya.
Ia mengatakan, saat ini ada sekitar 1.000 lebih anggota yang tercatat. Namun yang aktif berbelanja jumlahnya ada sebanyak 800 anggota. “Kita tahu dari anggota yang berbelanja,” ujarnya.
Salah satu produk yang paling diminati di koperasi ialah Minyak Kita. Bahkan apabila minyak tersedia, omzetnya bisa mencapai Rp10-12 juta per hari. “Kalau minyak tidak ada per hari dapat Rp6 juta agak berat,” ujarnya.
Sayangnya, kuota untuk minyak sangat terbatas, per minggunya hanya diberikan sebanyak 50 karton. Pihaknya pun kemudian membatasi jumlah minyak yang bisa dibeli oleh anggota per harinya.
“Kita batasi dua liter per hari. Kecuali yang UMKM kita beri 1 dus. Karena memang produk-produk mereka juga kita jual di koperasi,” ujarnya.
Ia mengatakan, ada sebanyak tiga jenis simpanan bagi anggota, mulai dari simpanan pokok, wajib dan sukarela. “Simpanan wajib Rp5.000, simpanan pokok Rp10.000, kalau sukarela bebas,” ujarnya.
Selama ini KDMP Desa Ranjeng sudah berjalan dengan menggunakan dana pribadi dan simpanan anggota.
Meskipun demikian sudah ada beberapa bisnis yang berjalan, mulai dari jual beli sembako, air kemasan, apotek, serta konveksi. “Konveksi dilakukan ketika ada pesanan, tidak jadi rutinitas,” pungkasnya. (*)











