CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID — Ketua Karang Taruna Kota Cilegon, Edi Firmansyah, menanggapi absennya sejumlah Ketua Karang Taruna Kecamatan dalam pelantikan pengurus periode 2025–2030 yang digelar di Aula Diskominfo, Jumat 12 Desember 2025.
Edi menegaskan bahwa pihaknya telah membangun komunikasi sejak awal, namun sebagian kecamatan tetap memilih tidak hadir.
Menurut Edi, sejumlah kecamatan yang absen kemungkinan masih memiliki keraguan terkait dinamika internal organisasi beberapa hari terakhir.
Meski begitu, ia menilai setiap ketua kecamatan memiliki hak menentukan sikap.
“Dari kemarin kita sudah bangun komunikasi dengan ketua-ketua kecamatan. Artinya, yang masih ada keraguan itu hak mereka. Mereka punya integritas, mungkin juga punya janji lain. Kita hargai,” ujar Edi.
Ia mengungkapkan bahwa pada Temu Karya di Mangku Farm, hanya tiga kecamatan yang hadir langsung melalui ketuanya, yakni Grogol, Pulomerak, dan Purwakarta.
Sementara lima kecamatan lainnya memilih tidak hadir, yang kemudian memunculkan tanda tanya dari peserta forum.
“Yang lima tidak berkenan hadir, itu jadi pertanyaan. Teman-teman tanya, kenapa tidak hadir? Karena itu forum Karang Taruna, dan yang merasa Karang Taruna ya hadir,” ucapnya.
Edi memastikan undangan resmi sudah disampaikan kepada seluruh kecamatan. Namun keputusan tetap berada pada masing-masing.
“Undangan sudah disebar, tapi nggak hadir. Kita rangkul juga. Kemarin semua sudah kita komunikasi, tapi kalau hari ini mereka punya pandangan lain, ya kita hargai,” ujarnya.
Edi menambahkan bahwa komunikasi tetap akan dilanjutkan untuk merangkul semua pihak agar soliditas organisasi tidak terganggu meski terdapat perbedaan sikap pada momentum pelantikan tersebut.
Reporter : Adam Fadillah











