PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sejumlah destinasi wisata pemandian kolam renang di Kabupaten Pandeglang terpantau sepi pengunjung selama libur panjang Natal 2025. Salah satu lokasi yang mengalami penurunan kunjungan adalah CAS Water Park Cikole, Kecamatan Majasari.
Pengelola CAS Water Park Cikole, Dedi Andriana, mengungkapkan bahwa jumlah wisatawan yang berkunjung ke destinasi wisata buatan tersebut menurun dibandingkan libur Nataru tahun sebelumnya.
“Untuk wisata buatan saat libur Nataru kali ini memang terlihat ada penurunan kunjungan. Faktor utamanya kondisi cuaca yang kurang bersahabat di akhir tahun serta daya beli masyarakat,” ujar Dedi, Selasa 30 Desember 2025.
Selain faktor cuaca dan ekonomi, ia menyebut tren wisata masyarakat kini mulai bergeser ke wisata alam atau back to nature. Aspek keamanan dan kenyamanan menjadi pertimbangan penting bagi wisatawan, terutama di tengah cuaca ekstrem.
“Tren wisata sekarang banyak yang kembali ke alam. Pengunjung ingin liburan sekaligus merasa aman. Kalau cuaca kurang bagus, baik wisata pantai maupun wisata buatan biasanya ikut terdampak,” jelasnya.
Berdasarkan data pengelola, jumlah kunjungan ke CAS Water Park selama libur Nataru terbilang rendah. Sejak pencatatan dimulai pada 24 Desember 2025, jumlah pengunjung tertinggi terjadi pada Hari Natal dengan sekitar 305 orang, sementara sehari sebelumnya hanya tercatat 98 pengunjung.
“Yang paling ramai memang saat Natal, sekitar 305 orang. Sehari sebelumnya hanya 98 pengunjung,” kata Dedi.
Meski demikian, pihak pengelola berharap jumlah wisatawan meningkat menjelang perayaan Tahun Baru 2026. Selama ini, pengunjung CAS Water Park berasal dari berbagai daerah seperti Tangerang, Bekasi, Cilegon, hingga wilayah lain di Provinsi Banten.
“Harapannya saat tahun baru nanti ada peningkatan kunjungan. Kami berharap wisatawan datang ke Banten, khususnya Pandeglang, dan menikmati berbagai destinasi wisata, termasuk CAS Water Park,” tuturnya.
Dedi menambahkan, penurunan kunjungan juga dipengaruhi faktor usia destinasi, minimnya inovasi, serta banyaknya pilihan tempat wisata di sekitar Pandeglang. Selain itu, karakter libur keluarga dinilai berbeda dengan libur sekolah.
“Kalau libur sekolah biasanya datang rombongan besar. Sementara libur keluarga seperti sekarang, pengunjung datang per keluarga sehingga jumlahnya lebih sedikit,” katanya.
Sementara itu, salah seorang pengunjung asal Kota Cilegon, Abdullah, mengaku memilih berlibur ke kawasan Cikole karena lokasinya dekat dan ramah anggaran.
“Lagi libur, anak minta jalan-jalan. Jadi pilih yang dekat dari rumah dan sesuai budget,” ujar Abdullah.
Ia mengaku pernah berkunjung ke kawasan tersebut beberapa tahun lalu, namun menilai saat ini perlu ada perhatian lebih dari sisi perawatan.
“Dulu sekitar 2012 atau 2014 kondisinya masih bagus. Sekarang menurut saya perlu perawatan lebih rutin supaya tetap menarik,” katanya.
Abdullah berharap destinasi wisata di Kabupaten Pandeglang terus berkembang agar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Mudah-mudahan di 2026 nanti ada kemajuan. Kalau wisata di Banten semakin baik, kita tidak perlu liburan jauh-jauh,” pungkasnya.
Editor: Mastur Huda











