PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Kadubumbang, Lili angkat bicara terkait viralnya keluhan dugaan getok harga di objek wisata Cikoromoy, Kabupaten Pandeglang, Banten. Keluhan tersebut ramai diperbincangkan di media sosial TikTok, terutama saat libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Video keluhan itu diunggah akun TikTok @wulan55849 pada Selasa (30/12/2025). Hingga kini, video tersebut telah ditonton ratusan ribu kali dan menuai ribuan komentar warganet. Dalam unggahan itu, pengunjung mengaku harus membayar Rp 85 ribu untuk satu porsi Pop Mie dan segelas kopi.
Menanggapi hal tersebut, Lili menegaskan bahwa nominal Rp 85 ribu tersebut bukan hanya untuk makanan dan minuman. Menurutnya, harga tersebut sudah termasuk biaya fasilitas tempat duduk.
“Rp 85 ribu itu sudah termasuk tempat duduk. Rinciannya, tempat duduk Rp 40 ribu per jam, kopi Rp 10 ribu, dan Pop Mie Rp 15 ribu. Jadi bukan harga makanan saja,” kata Lili saat dihubungi melalui sambungan telepon WhatsApp, Minggu 4 Januari 2025.
Meski demikian, Lili mengakui, persoalan utama yang terjadi adalah kurangnya sosialisasi harga kepada pengunjung sejak awal. Ia menyebut pedagang seharusnya menjelaskan terlebih dahulu biaya yang dikenakan sebelum pengunjung menggunakan fasilitas.
“Kesalahannya karena tidak disosialisasikan di awal. Harusnya sebelum duduk sudah dijelaskan biayanya, supaya pengunjung tidak kaget,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan, tingginya tarif fasilitas dipicu oleh kenaikan biaya sewa kios yang cukup signifikan. Saat ini, sewa kios di kawasan wisata Cikoromoy mencapai Rp 5 juta per tahun, naik dari sebelumnya sekitar Rp 2 juta hingga Rp 2,5 juta.
“Pedagang mengeluhkan kontrakan kios yang sekarang mahal. Ramainya pengunjung juga tidak setiap hari, paling setahun dua atau tiga kali saat momen besar seperti libur panjang,” jelasnya.
Menurut Lili, kondisi tersebut membuat pedagang berupaya menutup biaya operasional dan sewa kios dengan memaksimalkan pendapatan saat kunjungan membludak. Meski demikian, ia menilai kejadian ini menjadi bahan evaluasi bagi pengelola dan pedagang.
“Harga harusnya disampaikan terbuka sejak awal ke pengunjung, kalau itu dikelola oleh masyarakat bukan LPM,” katanya.
Terkait perbandingan harga dengan daerah lain, Lili menyebut tarif di sejumlah kawasan wisata lain justru lebih tinggi.
Ia mencontohkan, di kawasan wisata Carita, biaya tempat duduk bisa mencapai Rp 150 ribu.
Namun demikian, Lili menegaskan harga tiket masuk wisata Cikoromoy masih tergolong murah, yakni Rp 5 ribu per orang.
“Karcis masuk tetap Rp 5 ribu. Mau berenang atau sekadar duduk, terserah pengunjung. Itu sudah paling murah dibanding tempat wisata lain,” ujarnya.
Lili menyebut, polemik harga di musim liburan seperti ini kerap terjadi setiap tahun dan dianggap sebagai hal biasa.
“Kalau itu sudah hal biasa karena tiap liburan begitu, di Bogor taman safari lebih mahal mungkin,” tuturnya.
Sebelumnya diberitakan, Keluhan pengunjung soal dugaan getok harga di objek wisata Cikoromoy, Kabupaten Pandeglang, viral di media sosial TikTok. Video tersebut menyoroti harga makanan dan biaya fasilitas yang dinilai tidak wajar, terutama saat libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Video diunggah akun TikTok @wulan55849 pada Selasa, 30 Desember 2025. Hingga kini, unggahan tersebut telah ditonton ratusan ribu kali dan menuai ribuan komentar warganet. Dalam video itu, pengunggah mengaku harus membayar Rp85 ribu hanya untuk satu porsi Pop Mie dan segelas kopi.
Tak hanya itu, pengunggah juga mengeluhkan adanya biaya tambahan Rp40 ribu untuk duduk di warung dengan batasan waktu tertentu.
Editor: Bayu Mulyana











