SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Serang menerima banyak Program Strategis Nasional (PSN) dari pemerintah pusat, mencakup pembangunan infrastruktur, pendidikan, hingga ketahanan pangan. Semua program tersebut telah dimasukkan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang 2025–2029.
Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi Pembangunan Daerah (P2EPD) Baperida Kabupaten Serang, Agus Firdaus, mengatakan, PSN yang masuk ke Kabupaten Serang selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
“Program ini mendukung swasembada pangan, swasembada energi, serta pendidikan,” ujar Agus, Selasa 6 Januari 2026.
Di sektor pendidikan, Pemkab Serang tahun ini mendapat lonjakan signifikan untuk program revitalisasi gedung kelas. “Hasil koordinasi Bupati dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kabupaten Serang mendapatkan slot revitalisasi 153 SD dan 48 SMP. Padahal sebelumnya hanya 17 SD,” jelasnya.
Selain itu, Pemkab Serang juga akan membangun Sekolah Rakyat yang masuk kategori PSN. “Saat ini tahap administrasi tanah negara di Kecamatan Cikesal sedang difollow up ke Kantor BPN Serang,” tambah Agus.
Di sektor ketahanan pangan dan kualitas SDM, terdapat program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). KDMP berperan sebagai hulu swasembada pangan melalui sektor pertanian, perikanan, peternakan, dan perkebunan, sementara MBG sebagai hilir untuk memastikan masyarakat mendapatkan gizi.
Untuk sektor pertanian, Pemkab Serang mengusulkan bantuan alat pertanian senilai Rp53 miliar untuk mendukung program swasembada pangan.
Di sektor perikanan, Pemkab Serang mengusulkan dua wilayah untuk dijadikan Kampung Nelayan dan Kampung Budidaya. “Kampung budidaya perikanan berada di Desa Domas, sementara kampung nelayan berada di wilayah Serang Utara,” terang Agus.
Untuk infrastruktur jalan, Kabupaten Serang memperoleh bantuan pembangunan jalan nasional senilai sekitar Rp120 miliar. Selain itu, PSN juga masuk dalam pembangunan desa tertinggal melalui Kawasan Prioritas Pedesaan (KPP) di Desa Cikedung, Kecamatan Mancak. “Kawasan ini dikeroyok seluruh stakeholder sehingga tidak lagi menjadi desa tertinggal, dengan produk unggulan berupa pertanian, perkebunan, dan industri kreatif,” ungkapnya.
Total anggaran PSN yang akan masuk ke Kabupaten Serang diperkirakan mencapai Rp300–400 miliar, berdasarkan program yang sudah disetujui kementerian dari proposal Pemkab Serang.
Agus menambahkan, tidak semua PSN dapat diwujudkan. Salah satunya, Program Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) batal dibangun karena kendala lahan. “Penanganan sampah di Kabupaten Serang tetap berjalan, karena nantinya akan ada pengalihan ke lokasi PSEL melalui sistem aglomerasi,” jelasnya.
Agus menegaskan, di masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, PSN di Kabupaten Serang difokuskan pada upaya mewujudkan swasembada pangan dan energi.
Editor: Mastur Huda











