SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang memastikan banjir yang melanda sejumlah wilayah pada Jumat, 2 Januari 2026, kini mulai berangsur surut. Sebagian besar lokasi terdampak hanya menyisakan genangan kecil dan kondisi becek.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Serang, Diat Hermawan, mengatakan banjir secara umum sudah tidak lagi menggenangi permukiman warga.
“Intinya sudah pada surut, hanya tinggal becek-becek sedikit,” kata Diat, Rabu, 7 Januari 2026.
Seiring surutnya banjir, BPBD Kota Serang mulai melakukan penanganan pascabencana dengan membantu pembersihan fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum). Beberapa lokasi yang dibersihkan antara lain SMP Negeri 25 Kota Serang dan SDN Pamarican.
Diat menambahkan, berdasarkan pendataan, tidak terdapat kerusakan pada fasos dan fasum akibat banjir. “Fasos dan fasum tidak ada yang rusak, hanya Jembatan Singandaru yang mengalami kerusakan,” ujarnya.
Meski banjir telah surut, status siaga darurat bencana hidrometeorologi di Kota Serang tetap diberlakukan.
“SK Wali Kota Serang berlaku sampai 18 Maret 2026, sesuai prediksi BMKG yang menyebut Januari dan Februari sebagai puncak musim hujan,” jelas Diat.
Ia menegaskan, hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama menjadi pemicu utama banjir di hampir seluruh titik terdampak, ditambah kapasitas drainase yang terbatas.
Untuk antisipasi ke depan, BPBD mendorong langkah penanganan struktural seperti normalisasi saluran air, pengerukan sedimentasi dan sampah, serta perbaikan tanggul yang rusak. Upaya ini dilakukan bersama OPD terkait seperti DPUPR dan Perkim Kota Serang.
Editor: Mastur Huda











