SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang masih membutuhkan tambahan sekitar 51 ribu peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan atau sekitar 7 persen guna meraih predikat Universal Health Coverage (UHC) Prioritas.
Hingga saat ini, capaian UHC Prioritas di Kota Serang belum terpenuhi karena jumlah kepesertaan PBI BPJS Kesehatan masih di bawah ambang batas yang ditetapkan pemerintah pusat.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Serang, Muhammad Ibra Gholibi, mengatakan penambahan kuota PBI BPJS Kesehatan menjadi kebutuhan mendesak agar layanan kesehatan masyarakat bisa lebih optimal.
“Kurang lebih kita masih membutuhkan sekitar 51 ribu jiwa lagi atau sekitar 7 persen untuk mencapai UHC Prioritas,” ujar Ibra, Jumat 9 Januari 2026.
Saat ini, tingkat keaktifan peserta PBI BPJS Kesehatan di Kota Serang tercatat mencapai 73 persen atau sekitar 563.689 jiwa.
Sementara itu, total jumlah peserta yang dibutuhkan untuk meraih predikat UHC Prioritas mencapai 762.008 jiwa.
Untuk mengejar target tersebut, Dinsos Kota Serang terus melakukan berbagai upaya strategis, termasuk berkolaborasi dengan BPJS Kesehatan, Pemerintah Provinsi Banten, hingga pemerintah pusat.
“Kami berkoordinasi dengan BPJS untuk mengaktifkan kembali peserta BPJS yang tidak aktif, baik karena tunggakan maupun faktor lain,” jelas Ibra.
Selain itu, Dinsos juga berencana menambah kuota peserta PBI BPJS Kesehatan.
Dari kuota sebelumnya sekitar 63 ribu peserta, akan ditingkatkan menjadi tambahan 10 hingga 20 ribu peserta baru.
Menurut Ibra, jika kolaborasi lintas sektor tersebut berjalan maksimal, maka Kota Serang berpeluang besar meraih predikat UHC Prioritas dalam waktu dekat.
Ia juga menjelaskan, predikat UHC Prioritas memberikan manfaat besar bagi masyarakat.
Salah satunya, kepesertaan BPJS Kesehatan dapat langsung aktif di hari yang sama, tanpa perlu menunggu masa aktif 14 hari seperti daerah non-prioritas.
“Warga cukup membawa KTP ke rumah sakit, dan BPJS PBI bisa langsung aktif saat itu juga. Ini juga berlaku bagi peserta BPJS mandiri,” ungkapnya.
Namun demikian, untuk mendukung pencapaian tersebut, Pemkot Serang masih membutuhkan dukungan anggaran sekitar Rp5 hingga Rp10 miliar guna meng-cover penambahan peserta PBI BPJS Kesehatan.
“Perkiraan anggarannya sekitar Rp5 sampai Rp10 miliar untuk mengaktifkan tambahan 10 sampai 20 ribu peserta,” kata Ibra.
Saat ini, pembahasan terkait anggaran dan teknis penambahan kuota masih terus didiskusikan bersama BPKAD, Dinas Kesehatan, dan BPJS Kesehatan.
Ibra berharap, pada semester pertama tahun ini, Kota Serang sudah mulai mendapatkan tambahan kuota dan secara bertahap mampu mencapai UHC Prioritas.
“Harapan kami secepatnya bisa tercapai, baik dari penambahan kuota daerah, dukungan provinsi, maupun pusat,” pungkasnya.
Editor Daru











