KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Pemkot Tangsel kembali melanjutkan pengiriman sampah ke TPAS Cilowong, setelah sebelumnya sempat dihentikan akibat penolakan dari warga sekitar, khususnya di wilayah Taktakan, Kota Serang.
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, pengiriman sampah kembali dilakukan setelah adanya kesepahaman antara pemerintah daerah dan warga sekitar TPAS Cilowong.
Kesepahaman tersebut tercapai usai pemerintah memberikan penjelasan terkait skema kerja sama dan pengelolaan sampah yang akan dijalankan.
“Kita sudah bisa melakukan lagi pengelolaan bersama sampah di Cilowong,” ujar Benyamin, Kamis Jumat 9 Januari 2026.
Ia menyebutkan, pengiriman sampah Tangsel ke Cilowong kembali dimulai pada Kamis, 8 Januari 2026.
Kerja sama ini tidak semata-mata hanya pengiriman sampah antar daerah, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan kuota sampah pada fasilitas Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang direncanakan di wilayah tersebut.
Sebelumnya, Pemkot Tangsel sempat menghentikan sementara pengiriman sampah ke Cilowong menyusul adanya penolakan warga.
Untuk mencegah penumpukan sampah dan menjaga layanan kebersihan tetap berjalan, Pemkot Tangsel mengambil langkah cepat dengan mengalihkan pembuangan sampah ke TPA Cileungsi, Kabupaten Bogor.
Benyamin menegaskan, kebijakan pengalihan tersebut bersifat sementara. Sekitar 200 ton sampah per hari dialihkan ke Cileungsi selama kurang lebih 14 hari.
“Penghentian pengiriman ke Cilowong ini hanya sementara. Saya tegaskan kepada masyarakat, Pemerintah Kota Tangerang Selatan tidak berhenti bekerja dan tidak menyerah,” kata Benyamin, Rabu 7 Januari 2026.
Ia menambahkan, seluruh jajaran terkait telah diinstruksikan untuk bergerak cepat dan terkoordinasi, mulai dari pengaturan ritase armada pengangkut, penanganan titik-titik prioritas, hingga penguatan pengelolaan sampah dari sumbernya.
Menurut Benyamin, situasi ini menjadi momentum bagi Pemkot Tangsel untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan sampah.
Evaluasi tersebut diharapkan dapat mempercepat terwujudnya sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada kerja sama darurat antar daerah.
“Kondisi ini kami jadikan dorongan untuk mempercepat pembenahan sistem pengelolaan sampah secara fundamental agar ke depan Tangsel lebih mandiri,” pungkasnya.
Editor Daru











