SEPATAN,RADARBANTEN.CO.ID — Wajah bahagia terpancar dari ratusan bocah cilik usai menerima bingkisan. Itu terlihat dari kegiatan yang dilakukan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Kota Tangerang, Kamis 8 Januari 2026.
Ya, dalam momen itu, ASITA Kota Tangerang ingin berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim di Hari Ulang Tahun (HUT) ASITA ke-55. Kegiatan dihelat di Majelis Taklim Riyodhotul Muhajjirin, Jl. Sultan Hasanudin No.1, Sarakan, Kec. Sepatan, Kabupaten Tangerang.
“Kami lihat, masih banyak orang-orang yang membutuhkan bantuan. Makanya, kami memilih melakukan kegiatan santunan.” kata Rossy, Ketua DPC Asita Tangerang, Jumat, 9 Januari 2026.
Rossy melanjutkan, sebanyak 400 paket santunan disalurkan kepada anak-anak yatim dan piatu yang berada di lingkungan sekitar majelis taklim.
Setiap anak menerima dua paket berisi jajanan sehat, seperti biskuit, susu, agar-agar dan sejenisnya. “Tiap anak kan dapat dua, jadi total penerima santunan sekitar 200 anak,” imbuh mantan Pramugari Garuda ini.
Dana kegiatan santunan ini berasal dari patungan para pengurus ASITA Kota Tangerang, tanpa melibatkan sponsor eksternal. Seluruh pengurus ASITA turun langsung dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk komitmen dan solidaritas organisasi.
Rossy menegaskan, kegiatan sosial ini merupakan inisiatif mandiri cabang, meskipun peringatan HUT ke-55 ASITA merupakan agenda nasional. Menurutnya, dibandingkan menggelar acara seremonial seperti pemotongan tumpeng atau perayaan di hotel, kegiatan berbagi dinilai lebih tepat sasaran dan memberikan dampak nyata.
“Kalau hanya potong tumpeng dan sambutan, manfaatnya terbatas. Kami lebih memilih berbagi, karena masih banyak masyarakat yang membutuhkan,” ujar perempuan yang akrab disapa Ocie ini.
Ia juga menyebutkan bahwa kondisi masyarakat yang membutuhkan masih banyak ditemukan di berbagai daerah. Apalgi, saat ini warga di wilayah Sumatera hingga Aceh masih berada dalam kondisi terdampak bencana banjir. Pastinya, warga di wilayah itu membutuhkan bantuan dan uluran tangan sesama.
Adapun pemilihan lokasi santunan, dilakukan dengan pertimbangan matang. Yayasan dan pengelola Majelis Ta’lim Riyadhotul Muhajjirin dinilai tidak berorientasi pada keuntungan (money oriented), serta memiliki data yang jelas mengenai anak-anak yatim dan piatu di lingkungan sekitar, sehingga penyaluran bantuan dapat tepat sasaran.
Lebih jauh dikatakan Ocie, kegiatan ini sejalan dengan tema HUT ke-55 ASITA, yakni “Mewujudkan Pariwisata yang Berkualitas dan Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas 2045”. Melalui aksi nyata di bidang sosial, ASITA berharap dapat berkontribusi tidak hanya dalam pengembangan pariwisata nasional, tetapi juga dalam memperkuat nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Dengan semangat kebermanfaatan tersebut, DPC ASITA Tangerang berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dan menginspirasi berbagai pihak untuk turut berbagi kepada sesama,” tutupnya.
Editor: Agung S Pambudi











