PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID -Nelayan warga Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang sudah dua pekan tidak melaut karena cuaca buruk.
Akibat cuaca buruk untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya, nelayan mengutang dan bongkar celengan.
Nelayan asal Desa Teluk, Imron mengatakan, ada dua pekan tak pergi melaut karena angin barat.
“Saat tidak melaut, aktivitas sehari-hari nongkrong ngopi, beres-beres kapal,” katanya, bertempat Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Jumat, 23 Januari 2026.
Imron menjelaskan, kesehariannya selain bercengkrama dengan keluarga dan teman. Waktunya banyak digunakan di atas kapal.
“Memperbaiki alat tangkap, mesin kurang baik diperbaiki. Kondisi ini sudah setengah bulan,” katanya.
Jadi, Imron menerangkan, cukup lama juga tidak melaut. Untuk memenuhi hidup sehari-hari ya seadanya saja.
“Ada dimakan, kalau enggak ada ya gimana lagi. Paling kita ngutang,” katanya.
Tapi, untuk ngutang ya bagaimana istri. Jadi hal itu diserahkan kepada istri.
“Kalau kita sebagai suami ada dimakan kalau enggak ada ya mau gimana lagi. Saat angin barat begini kita hidupnya bergantung sama istri,” katanya.
Saat angin barat, memaksakan pergi melaut juga tidak akan ada ikan.
“Dan bahaya juga. Karena kan cuaca begini gelombang tinggi angin kencang,” katanya.
Saat cuaca kayak begini tidak bisa melaut dan tidak mendapatkan penghasilan.
“kalau cuaca kayak gini ya gak dapat uang. Tapi kalau cuaca baik, bawa uang pulang ke rumah paling Rp100 ribu sampai Rp200 ribu,” katanya.
Imron mengungkapkan, kalau dirinya tidak mengetahui cuaca begini akan berakhir kapan.
“Tidak tahu sampai kapan. Karena cuaca sekarang enggak bisa diprediksi kayak dulu, dulu kalau angin barat itu satu Minggu, tapi ini ada 20 hari dan sampai dua bulan,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan











