PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Upaya mendorong hilirisasi produk pangan terus dilakukan di Kabupaten Pandeglang. Hal ini ditandai dengan launching pabrik tempe di Desa Karyautama pada Sabtu 31 Januari 2026, yang diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Kementerian Pertanian, Pemerintah Provinsi Banten, Pemerintah Kabupaten Pandeglang, pelaku usaha pangan, serta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Perwakilan Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, Dadan Firdaus Setya P, menegaskan pentingnya penerapan standar mutu dalam industri olahan tempe agar produk yang dihasilkan aman dan bernilai jual tinggi.
“Tempe harus diproduksi dari kedelai berkualitas. Standar mutu ini penting untuk menjaga kepercayaan konsumen dan mendukung program pangan sehat,” ujarnya.
Ia menambahkan, penguatan hilirisasi pangan menjadi salah satu fokus pemerintah daerah dalam meningkatkan nilai tambah hasil pertanian dan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
Direktur Utama PT Griya Tempe Nusantara Baru, Totok Ahmad Sugiharso, menyampaikan bahwa pabrik tempe tersebut dirancang sebagai pelopor tempe higienis terstandar di Banten.
“Kami ingin berkontribusi dalam ketahanan pangan dan menjadi bagian dari pemasok MBG di Pandeglang. Produk tempe yang sehat diharapkan ikut mencerdaskan generasi bangsa,” katanya.
Peluncuran pabrik tempe ini diharapkan dapat menyerap tenaga kerja lokal sekaligus mendorong tumbuhnya ekosistem industri pangan berbasis potensi daerah di Kabupaten Pandeglang.
Editor: Agus Priwandono











