SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- “Jangan mau jadi biasa-biasa saja, jangan cukup pas berita kalian dimuat. Carilah bagaimana berita kalian jadi lebih baik,” kata Maria Dian Andriana pelan namun tegas saat memberikan wejangan untuk wartawan mudan yang sedang mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di hotel Le Semar pada Rabu 11 Februari 2026.
Wanita kelahiran Surabaya tahun 1960 tersebut masih sudah bergelut di dunia jurnalistik lebih dari 30 tahu. Ia menjadi wartawan Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBM) Antara dengan memulai karir di tempat kelahirannya di Surabaya.
Usianya memang sudah tak lagi muda, bahkan Maria sudah pensiun dari kantornya. Namun dedikasinya untuk membina jurnalis muda agar profesional dan menjunjung tinggi etika terpancar jelas dari semangatnya.
Pesannya jelas untuk jurnalis muda, jangan mudah untuk berpuas diri. Pasalnya, dunia jurnalistik berkembang begitu cepat. Meskipun ilmu dasarnya sama yakni 5W+1H, namun adanya perkembangan zaman membuat wartawan harus mampu beradaptasi dengan segala alat yang tersedia.
“Saya sudah melewati zaman telex, mesin ketik, awal komputer, kirim berita pakai SMS shingga sekarang yang serba mudah. Artinya semuanya berkembang sehingga anda harus belajar terus, agar ilmunya berkembang. Kalau enggak anda akan tergeser,” ujarnya saat diwawancarai di hotel Le Semar.
Maria mengawali karir sebagai jurnalis di kota kelahirannya Surabaya. 10 tahun berselang, ia kemudian diberikan kepercayaan untuk memegang biro di Jepang, tepatnya pada tahun 1995.
Pengalamannya di negeri Samurai memberikannya pandangan tentang dunia jurnalistik, khususnya penerapan etika yang sangat ketat dan baik di Jepang. Semangat ini pun dibawa Maria saat pulang ke tanah air. Satu Tekad di hatinya, Maria ingin etika provesi bisa dipegang teguh oleh jurnalis di Indonesia.
“Saya ingin jurnalis terutama jurnalis muda di Indonesia menjadi lebih baik itu yang memotivasi saya masih berada di dunia jurnalistik,” ujarnya.
Hal ini bukan sekedar pepesan kosong belakan, Maria merupakan salah satu jurnalis senior yang menyususn soal-soal dan silabus untuk pelaksanaan UKW saat awal-awal dirumuskan.
Meskipun sudah tinggal di Kabupaten Sumba Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur sejak tahun 2017, Maria masih aktif sebagai pengajar jurnalistik di Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS) dan aktif dalam berbagai kegiatan jurnalistik lainnya. Terbaru, ia diberi kepercayaan sebagai dewan juri di Anugerah Jurnalistik Adinegoro Adinegoro 2025.
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Agung S Pambudi











