LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID– Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak akan meluncurkan program Gerakan Toilet Bersih, Sehat, dan Asri (Getol Berseri). Program ini disiapkan sebagai upaya serius memperbaiki kondisi fasilitas toilet di sekolah dasar (SD) negeri yang masih jauh dari kata layak.
Peluncuran Getol Berseri dilatarbelakangi kondisi sanitasi sekolah yang memprihatinkan. Data dari Portal Data Pendidikan milik Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI tahun 2024 menunjukkan masih banyak toilet siswa di Kabupaten Lebak yang mengalami kerusakan.
Untuk fasilitas toilet siswa laki-laki, tercatat terdapat 1.009 unit di SD negeri se-Kabupaten Lebak. Dari jumlah tersebut, hanya 414 unit yang berada dalam kondisi baik, sementara sisanya mengalami kerusakan.
Sebanyak 595 unit toilet siswa laki-laki tercatat rusak dengan rincian 231 unit rusak ringan, 217 unit rusak sedang, dan 147 unit rusak berat. Kondisi ini dinilai dapat berdampak pada kenyamanan serta kesehatan peserta didik.
Kondisi serupa juga terjadi pada toilet siswa perempuan. Pada 2024, dari total 946 unit toilet yang tersedia, sekitar 57 persen atau kurang lebih 540 unit di antaranya tercatat mengalami kerusakan dengan berbagai tingkat.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak, Dodi Irawan, menyampaikan bahwa persoalan toilet sekolah menjadi salah satu fokus utama sejak dirinya menjabat.
“Selama dua bulan saya bekerja di Dinas Pendidikan, salah satu hal yang menjadi konsentrasi kami adalah toilet. Data toilet menjadi acuan kami, sehingga kami meluncurkan program Getol Berseri (Gerakan Toilet Bersih, Sehat, dan Asri),” ujarnya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Sabtu 14 Februari 2026.
Dodi juga mengungkapkan rencana pemanfaatan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk mendukung pemeliharaan toilet. Langkah ini diambil agar perawatan fasilitas sanitasi bisa dilakukan secara rutin dan berkelanjutan.
“Kami usahakan masuk dalam pos pemeliharaan. Makanya, pemeliharaan toilet juga menjadi bagian yang ditampung dalam anggaran tersebut,” ucapnya.
Selain pembiayaan, pengawasan juga menjadi perhatian. Dodi mengaku telah menginstruksikan para pengawas sekolah untuk rutin melakukan monitoring kondisi toilet di setiap satuan pendidikan.
“Untuk pengawasan, kami sudah berkoordinasi dengan teman-teman pengawas dan bidang-bidang lain. Kami meminta mereka untuk ikut serta melakukan pengawasan,” katanya.*
Editor : Krisna Widi Aria











