SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota Serang mempercepat rencana pembangunan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Cilowong. Proyek strategis tersebut diproyeksikan menjadi solusi jangka panjang persoalan sampah sekaligus sumber energi terbarukan bagi masyarakat.
Selama ini, beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cilowong terus meningkat seiring bertambahnya volume sampah harian. Sistem penimbunan (landfill) yang masih diterapkan dinilai belum mampu menjawab tantangan pengelolaan sampah modern di wilayah perkotaan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Serang, Farach Richi, mengatakan proyek PSEL Cilowong memiliki potensi besar dalam menghasilkan energi listrik yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara luas.
“Jika proyek ini berjalan sesuai rencana, potensi listrik yang dihasilkan mencapai 35 megawatt. Energi tersebut bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga bahkan setingkat satu kecamatan,” ujar Farach.
Ia menjelaskan, pembangunan PSEL akan memanfaatkan volume sampah yang setiap hari masuk ke TPA Cilowong. Ratusan ton sampah dari berbagai wilayah di Kota Serang masih didominasi metode penimbunan.
Menurutnya, melalui teknologi PSEL, sampah tidak lagi sekadar ditimbun, melainkan diproses dengan sistem konversi energi. Proses tersebut memungkinkan sampah diolah menjadi sumber listrik yang memiliki nilai tambah.
“PSEL bukan hanya menyelesaikan persoalan sampah, tetapi juga menghasilkan energi alternatif. Ini solusi dua manfaat sekaligus, lingkungan bersih dan energi tersedia,” katanya.
Pemkot Serang berharap proyek tersebut dapat segera terealisasi guna mengurangi beban TPA sekaligus mendukung transisi energi ramah lingkungan di daerah.
Reporter: Nahrul Muhilmi Editor: Aas Arbi











