SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Ketua Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kota Serang sekaligus Sekretaris Daerah Kota Serang, Nanang Saefudin akan menindaklanjuti temuan adanya menu roti tak layak dan berjamur tetap diberikan ke siswa.
Hal itu terjadi di SDN 20 Kota Serang, yang mengeluhkan adanya roti MBG berjamur dan tak layak dikonsumsi. Nanang mengaku, pihaknya akan segera menindaklanjuti hasil temuan tersebut.
“Kita akan tindak lanjuti segera,” kata Nanang kepada Radar Banten, Minggu 8 Maret 2026.
Nanang juga menyesalkan terhadap kejadian tersebut, meskipun sudah terselesaikan. Seharusnya, pihak SPPG lebih teliti dan memeriksa jenis makanan yang akab diberikan kepada siswa.
“Kami menyesalakan kejadian itu. Kan di SPPG ada ahli gizi-nya, seharusnya di periksa setiap jenis makanan yang akan diberikan ke para siswa. Ini jadi perhatian semoga tidak terulang lagi,” tegasnya.
Nanang juga menyarankan, siswa boleh menolak MBG apabila makanan yang diberikan tidak layak.
“Kalau menu tidak layak boleh menolak, terlebih tidak menyehatkan. Misalnya makanan basi, rotinya sudah kadaluwarsa dan lain-lain,” ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, Kepala SPPG Kagungan, Fauzan Rizki, membenarkan adanya roti yang tidak layak konsumsi dalam menu MBG di SDN 20 Kota Serang.
Menurutnya, kejadian tersebut disebabkan adanya kekurangan dalam proses pengecekan sebelum makanan didistribusikan.
Ia menjelaskan, roti yang menjadi menu MBG itu dikirim oleh produsen secara bertahap karena proses produksinya dilakukan pada malam hingga dini hari sebelum jadwal distribusi.
Pengiriman pertama dilakukan pada Rabu, 4 Maret 2026 sekitar pukul 21.00 WIB dengan jumlah sekitar 1.100 roti.
Setelah roti tiba di dapur SPPG, petugas langsung melakukan penyortiran untuk memastikan kondisi makanan yang akan dibagikan kepada siswa.
“Pengiriman pertama sekitar pukul 21.00 malam sebanyak kurang lebih 1.100 roti dan langsung kami lakukan penyortiran,” ujar Fauzan.
Pengiriman kedua kemudian tiba sekitar pukul 02.00 WIB dengan jumlah sekitar 900 roti. Roti tersebut kembali disiapkan untuk proses distribusi ke sekolah-sekolah penerima program MBG di Kota Serang.
Sementara pengiriman terakhir datang sekitar pukul 05.30 WIB. Pada pengiriman ini, petugas SPPG tidak sempat melakukan pengecekan secara menyeluruh karena harus segera mempersiapkan distribusi makanan ke sekolah.
Fauzan mengatakan, distribusi makanan harus dilakukan lebih cepat karena sebagian besar penerima manfaat merupakan siswa sekolah dasar yang memiliki jadwal pulang lebih awal.
“Karena mengejar waktu distribusi, roti pada pengiriman terakhir tidak sempat dicek secara menyeluruh. Sementara siswa banyak yang pulang sekitar pukul 09.00 sampai 10.00,” katanya.
Setelah makanan didistribusikan, pihak SPPG Kagungan menerima laporan dari salah satu sekolah mengenai adanya roti berjamur dalam paket makanan MBG yang diterima siswa.
Menindaklanjuti laporan tersebut, pihaknya langsung mengganti roti yang bermasalah agar siswa tetap mendapatkan makanan yang layak dikonsumsi.
“Begitu ada komplain dari sekolah, kami langsung mengganti roti yang bermasalah. Pada prinsipnya kami bertanggung jawab atas kejadian tersebut,” ujarnya.
Ia menyebutkan, persoalan tersebut sebenarnya sudah diselesaikan antara pihak SPPG Kagungan dan sekolah penerima program MBG. Namun informasi mengenai roti berjamur kemudian menyebar luas di masyarakat.
Editor Daru











